Donald Trump Copot Jaksa Agung AS di Tengah Sorotan Kasus Epstein
Admin WGM - Friday, 03 April 2026 | 09:30 PM


Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mencopot Jaksa Agung Pam Bondi dari posisinya sebagai kepala United States Department of Justice. Langkah ini dilakukan pada awal April 2026 di tengah meningkatnya tekanan politik terkait penanganan berkas kasus Jeffrey Epstein, termasuk keterbukaan dokumen penyelidikan yang masih menjadi kontroversi di AS.
Frustrasi atas Penanganan Berkas Epstein
Menurut laporan media internasional, salah satu alasan Trump mencopot Bondi adalah ketidakpuasan terhadap cara jaksa agung menangani penanganan dan keterbukaan berkas-berkas penyelidikan terkait jaringan perdagangan seks yang melibatkan mendiang Jeffrey Epstein serta dampaknya terhadap citra pemerintah. Kritik ini bukan hanya dari publik, tetapi juga mencuat di kalangan internal pemerintahan serta legislatif.
Nama Pengganti dan Perubahan Kepemimpinan
Setelah pemecatan tersebut, Trump menunjuk Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebagai pejabat sementara (acting) untuk memimpin Departemen Kehakiman sampai ada pengganti permanen. Blanche sebelumnya merupakan deputi Bondi dan sempat berperan dalam sejumlah keputusan penegakan hukum dalam pemerintahan Trump.
Dampak Politik dan Kritik
Pemecatan Bondi terjadi di tengah kritik luas terhadap perannya yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi Trump, termasuk terkait tuntutan terhadap pihak-pihak yang dianggap musuh politik serta kontroversi seputar pengetatan dokumen Epstein. Keputusan ini mendorong spekulasi tentang arah kebijakan penegakan hukum di pemerintahan AS dan potensi perombakan lebih lanjut dalam kabinet Trump.
Reaksi Publik dan Media
Kabar pencopotan jaksa agung menarik perhatian publik internasional dan media besar. Beberapa pihak melihat langkah ini sebagai upaya Trump untuk menegaskan kontrolnya terhadap lembaga penegak hukum, sementara yang lain menilai hal itu dapat memperlemah independensi sistem peradilan.
Pemecatan Pam Bondi oleh Presiden Trump merupakan salah satu gejolak politik penting di AS pada 2026. Keputusan tersebut mencerminkan dinamika internal pemerintahan yang kompleks, terutama ketika isu sensitif seperti penanganan berkas Jeffrey Epstein menjadi faktor sentral dalam perubahan kepemimpinan di Departemen Kehakiman.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
16 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
16 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
9 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
9 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
12 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





