Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dikeroyok Teman Sekelas di Kamar Mandi, Siswa SMP Pekalongan Alami Retak Tengkorak

Admin WGM - Friday, 14 August 2026 | 03:44 PM

Background
Dikeroyok Teman Sekelas di Kamar Mandi, Siswa SMP Pekalongan Alami Retak Tengkorak
Kronologi pengeroyokan siswa SMPN 6 Pekalongan (detikJateng /)

 Seorang siswa kelas sembilan SMP Negeri 6 Kota Pekalongan berinisial F (15) menjadi korban pengeroyokan oleh rekan sekolahnya hingga tidak sadarkan diri pada pertengahan Agustus 2026. Korban yang mengalami penurunan kesadaran akibat benturan keras di kepala tersebut kini tengah mendapat perawatan medis intensif di RSUD Bendan.

Insiden kekerasan yang melibatkan sesama pelajar tersebut terungkap setelah pihak sekolah menerima laporan dari pihak keluarga korban pada Kamis (13/8) siang. Perwakilan SMP Negeri 6 Kota Pekalongan, Qurrati Ani, mengonfirmasi bahwa korban dipukul oleh dua temannya saat jam istirahat sekolah berlangsung.

Berdasarkan hasil klarifikasi internal pihak sekolah, peristiwa tragis ini bermula dari kesalahpahaman pergaulan serta hubungan pertemanan dengan seorang siswi lawan jenis. Perselisihan tersebut kemudian memanas melalui interaksi di media sosial hingga akhirnya disepakati pertemuan langsung di lingkungan sekolah.

Lokasi pertemuan berada di area sekitar kamar mandi bagian belakang sekolah ketika jam istirahat sedang berlangsung. Di tempat tersebut, percekcokan mulut memuncak hingga berujung pada aksi penganiayaan fisik yang mengakibatkan korban F jatuh pingsan tak berdaya.

Hasil klarifikasi awal mengungkapkan bahwa dua pelaku yang melakukan kontak fisik diduga merupakan rekan sekelas korban yang bertindak menggunakan tangan kosong. Pihak sekolah juga membenarkan bahwa salah satu siswa yang terlibat aksi penganiayaan tersebut memiliki prestasi di bidang olahraga bela diri.

Saat tiba di RSUD Bendan Kota Pekalongan, tim medis mencatat bahwa korban berada dalam kondisi koma dan membutuhkan penanganan darurat segera. Dokter Bair Ginting yang menangani korban menyatakan bahwa kondisi pasien perlahan membaik setelah diberikan terapi obat-obatan serta pasokan oksigen.

Pemeriksaan penunjang berupa pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT-scan) menunjukkan hasil baik tanpa ditemukan pendarahan atau memar pada otak. Meski demikian, tim medis mengidentifikasi adanya indikasi retak pada tulang tengkorak korban yang timbul akibat benturan fisik secara langsung.

Pihak dokter menegaskan bahwa retak tulang tengkorak tidak selalu membahayakan jiwa apabila tidak disertai pendarahan di dalam jaringan otak. Walaupun demikian, pemantauan kondisi saraf dan kesehatan fisik korban tetap dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi potensi komplikasi medis.

Manajemen SMP Negeri 6 Kota Pekalongan menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden kekerasan yang mencoreng lingkungan institusi pendidikan di daerah tersebut. Pihak sekolah berjanji akan terus mengevaluasi penegakan prosedur operasional standar pencegahan kekerasan demi menjamin keamanan seluruh peserta didik.