Dewan Perdamaian Trump Ajukan Proposal Guna Desak Pelucutan Senjata ke Hamas
Trista - Monday, 23 March 2026 | 12:38 PM


Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Donald Trump mengajukan proposal tertulis yang menyerukan pelucutan senjata kepada Hamas (Gerakan Perlawanan Islam Palestina) guna mengakhiri dominasi militer Israel. Dokumen tersebut diserahkan saat pertemuan tertutup di Kairo, Mesir, sepekan terakhir untuk mendorong rencana masa depan Gaza.
Melansir dari laman Reuters, proposal ini pertama kali diungkap oleh media NPR yang dihadiri oleh Nickolay Mladenov dan Aryeh Lightstone, asisten khusus Trump. Rencana rekonstruksi Gaza menurut Trump telah disetujui oleh Israel dan Hamas Oktober 2025 lalu.
"Sebuah kerangka kerja telah disepakati oleh semua mediator yang dapat membuka jalan bagi rekonstruksi menghidupkan kembali komunitas, dan mendekatkan persatuan serta penyelesaian masalah Palestina melalui negosiasi," tulis Mladenov, Kamis (19/3/2026).
Utusan Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza hanya dapat diraih jika stabilitas keamanan terjamin sepenuhnya. Pendapatnya ini dilontarkan melalui unggahan akun X miliknya @nmladenov dalam rangka menyambut Idulfitri.
"Proposal ini sudah ada di meja perundingan. Ini membutuhkan satu pilihan yang jelas: pelucutan senjata penuh oleh Hamas dan setiap kelompok bersenjata, tanpa pengecualian dan tanpa keringanan. Di musim penuh harapan ini, semoga mereka yang bertanggung jawab membuat pilihan yang tepat untuk rakyat Palestina," ungkapnya dikutip dari unggahan X milik Mladenov.
Dilansir dari laman Arrahmah, AS menawarkan amnesti (pengampunan hukum total) bagi para anggotanya yang bersedia meletakan senjata dan berkomitmen pada perdamaian serta investasi ekonomi bagi kehidupannya. Selain itu, AS telah mengalokasikan dana sekitar 7 miliar dolar AS dari berbagai negara untuk rekonstruksi Gaza.
Namun, dana yang dikumpulkan diketahui tidak benar-benar sudah tersedia saat ini dan hanya sebagian kecil dana yang sudah terkumpul. Hingga saat ini (23/3/2026), belum ada konfirmasi atau kejelasan Hamas secara resmi terkait pelepasan senjata dan berkemungkinan menolak sebagai antisipasi ancaman dari Israel.
Di sisi lain, Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan menarik pasukan pertahanannya (IDF) di wilayah Palestina. Terlihat situasi semakin memburuk setelah 60 tahun terakhir penjajahan atas Palestina, otoritas Israel melarang warga Palestina untuk melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Jumat (20/3/2026).
Otoritas Israel menyatakan larangan tersebut diberlakukan untuk keamanan atas konflik Timur Tengah yang melibatkan Israel - Amerika dengan Iran. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan para jemaah muslim Palestina tetap melaksanakan salat Idulfitri di Bab Al-Amud (Gerbang Damaskus) dan Bab Al-Sahira (Gerbang Herodes) sebagai tempat terdekat dengan Masjid Al-Aqsa.
Next News

Grand Opening INFORMA Pekalongan, Wali Kota Harap Hadirkan Nuansa Batik Khas Kota Pekalongan
8 hours ago

Kebakaran di Binus Kemanggisan Jakarta Barat, Asap Tebal Sempat Kepung Area Kampus
10 hours ago

Santriwati Melahirkan di Pekalongan Jadi Sorotan, Keluarga Beri Klarifikasi
a day ago

9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan, Pemerintah Ungkap Kondisi Mereka
12 hours ago

Menlu Sugiono Ungkap WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusian Bukan Penculikan
a day ago

Presiden Prabowo Hubungi Hotman Paris, Buntut Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem Makarim
a day ago

Bikin Nostalgia Sekaligus Haru, Mengingat Kembali Memori Generasi 90-an Saat Hadapi Krismon
a day ago

Kilas Balik 6 Agenda Reformasi 1998: Mana yang Sudah Tercapai dan Mana yang Belum?
a day ago

Viral Truk Koperasi Desa Merah Putih Ambil Stok di Gudang Swasta, Pemkot Surabaya Buka Suara
a day ago

Kronologi Oknum Polisi Mengamuk di Rumah Anggota DPR Ade Ginanjar, Roboh Ditabrak Mobil Patroli!
a day ago





