Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Depresi Ditinggal Nikah Suaminya, Perempuan di Kedungwuni Nyaris Lompat dari Jembatan Surobayan, Kedungwuni

Trista - Wednesday, 08 July 2026 | 04:15 PM

Background
Depresi Ditinggal Nikah Suaminya, Perempuan di Kedungwuni Nyaris Lompat dari Jembatan Surobayan, Kedungwuni
Percobaan bunuh diri di jembatan Surobayan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan (Isitimewa /)

Aksi percobaan bunuh diri seorang perempuan berinisial K (44) di Jembatan Surobayan, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan berhasil digagalkan warga setempat. Warga yang mengetahui insiden tersebut langsung melakukan laporan di Polsek Kedungwuni Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kronologi kejadian bermula saat seorang saksi bernama Rohadi, yang bekerja sebagai juru parkir di sekitar lokasi, melihat korban berdiri di bibir Jembatan Surobayan. Melihat gerak-gerik perempuan tersebut sangat mencurigakan dan membahayakan, Rohadi segera memberitahukan situasi genting itu kepada saksi lainnya bernama Fada.

Mendapat informasi mendesak tersebut, Fada langsung berlari menuju lokasi kejadian demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan kesigapan penuh, ia menarik tubuh perempuan warga Desa Rengas tersebut menjauh dari bibir jembatan hingga aksi membahayakan itu berhasil digagalkan.

Tak lama setelah berhasil diselamatkan dari ancaman bahaya, perempuan tersebut tiba-tiba jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri di lokasi. Anggota Polsek Kedungwuni yang tiba di tempat kejadian perkara langsung memberikan pertolongan pertama lalu mengevakuasi korban ke RSI Pekajangan.

Selain melakukan proses evakuasi medis, petugas kepolisian juga mendatangi TKP untuk meminta keterangan dari para saksi mata di lapangan. Pihak kepolisian kemudian segera melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Rengas untuk memastikan identitas serta kondisi latar belakang korban.

Dari hasil penelusuran fakta dan koordinasi tersebut, diperoleh informasi bahwa korban diduga kuat sedang mengalami gangguan psikis yang cukup berat. Kondisi tersebut dipicu karena korban mengalami depresi setelah ditinggal menikah oleh suaminya, sehingga kerap keluar rumah pada malam hari bersama anaknya tanpa tujuan jelas.

Merespons kejadian ini, Kapolsek Kedungwuni Iptu Amin, S.H sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat yang bertindak cepat dalam menyelamatkan nyawa orang lain. Iptu Amin mengucapkan terima kasih kepada warga karena berkat kesigapan mereka, peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah sigap membantu menyelamatkan korban. Polsek kedungwuni juga langsung melakukan penanganan dengan mengevakuasi korban ke rumah sakit, meminta keterangan para saksi, saat berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak keluarga," ungkap Iptu Amin. 

Pihak Polsek Kedungwuni menegaskan telah melakukan penanganan menyeluruh dengan memeriksa saksi, mengevakuasi korban, serta menghubungi keluarga dan pemerintah desa setempat. Langkah cepat dan terintegrasi ini langsung diambil petugas agar seluruh penanganan pasca-kejadian dapat berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini korban K masih menjalani perawatan dan penanganan medis secara intensif di RSI Pekajangan. Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan keluarga dan pemerintah desa setempat untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan serta penanganan lanjutan sesuai kebutuhannya.