Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Demo BEM UI dan FMN di Jakarta Tertahan Barikade TNI-Polri di Jalan Sudirman

Admin WGM - Wednesday, 19 August 2026 | 11:34 AM

Background
Demo BEM UI dan FMN di Jakarta Tertahan Barikade TNI-Polri di Jalan Sudirman
Demonstrasi Bundaran HI (Kompas Megapolitan/)

Aksi demonstrasi yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) digelar di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Massa aksi awalnya berencana menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi penyampaian aspirasi. Namun, perjalanan mereka terhenti setelah dihadang barikade aparat gabungan TNI dan Polri di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Dilansir dari BBC News Indonesia, massa mahasiswa bergerak menuju kawasan Bundaran HI untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Berdasarkan laporan di lapangan, massa tiba di sekitar Jalan Jenderal Sudirman setelah melakukan long march dari kawasan Bendungan Hilir. Akses menuju Bundaran HI kemudian ditutup sehingga massa tidak dapat melanjutkan perjalanan ke titik yang direncanakan.

Berikut merupakan tuntutan yang dilayangkan massa aksi unjuk rasa kepada pemerintah:

  1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
  2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
  4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
  7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
  8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Aksi tersebut diikuti BEM UI dan FMN yang sama-sama membawa sejumlah persoalan ekonomi dan kebijakan pemerintah sebagai bahan tuntutan. BEM UI menyuarakan penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka juga menyoroti keterlibatan militer di ranah sipil dan meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyebut aksi tersebut lahir dari keresahan terhadap kondisi masyarakat yang dinilai semakin berat.

"Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Yatalathof.

Sementara itu, FMN turut menyampaikan tuntutan terkait harga BBM dan kebutuhan hidup masyarakat. Organisasi tersebut juga meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan. FMN juga menyoroti penempatan perwira aktif militer dan kepolisian maupun purnawirawan pada sejumlah jabatan sipil strategis.

Ketegangan terjadi ketika massa tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI karena akses telah diblokade aparat. Di depan barikade, mahasiswa menyuarakan tuntutan dan meminta jalan dibuka agar mereka dapat melanjutkan aksi. Situasi tersebut membuat arus lalu lintas dari arah Bendungan Hilir menuju kawasan Monas sempat terhenti.

"Buka, buka, buka jalannya. Buka jalannya sekarang juga," ungkap massa aksi.