Demo BEM UI dan FMN di Jakarta Tertahan Barikade TNI-Polri di Jalan Sudirman
Admin WGM - Wednesday, 19 August 2026 | 11:34 AM


Aksi demonstrasi yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) digelar di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Massa aksi awalnya berencana menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi penyampaian aspirasi. Namun, perjalanan mereka terhenti setelah dihadang barikade aparat gabungan TNI dan Polri di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Dilansir dari BBC News Indonesia, massa mahasiswa bergerak menuju kawasan Bundaran HI untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Berdasarkan laporan di lapangan, massa tiba di sekitar Jalan Jenderal Sudirman setelah melakukan long march dari kawasan Bendungan Hilir. Akses menuju Bundaran HI kemudian ditutup sehingga massa tidak dapat melanjutkan perjalanan ke titik yang direncanakan.
Berikut merupakan tuntutan yang dilayangkan massa aksi unjuk rasa kepada pemerintah:
- Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Mewujudkan reforma agraria sejati.
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
- Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.
Aksi tersebut diikuti BEM UI dan FMN yang sama-sama membawa sejumlah persoalan ekonomi dan kebijakan pemerintah sebagai bahan tuntutan. BEM UI menyuarakan penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka juga menyoroti keterlibatan militer di ranah sipil dan meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyebut aksi tersebut lahir dari keresahan terhadap kondisi masyarakat yang dinilai semakin berat.
"Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Yatalathof.
Sementara itu, FMN turut menyampaikan tuntutan terkait harga BBM dan kebutuhan hidup masyarakat. Organisasi tersebut juga meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan. FMN juga menyoroti penempatan perwira aktif militer dan kepolisian maupun purnawirawan pada sejumlah jabatan sipil strategis.
Ketegangan terjadi ketika massa tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI karena akses telah diblokade aparat. Di depan barikade, mahasiswa menyuarakan tuntutan dan meminta jalan dibuka agar mereka dapat melanjutkan aksi. Situasi tersebut membuat arus lalu lintas dari arah Bendungan Hilir menuju kawasan Monas sempat terhenti.
"Buka, buka, buka jalannya. Buka jalannya sekarang juga," ungkap massa aksi.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 6 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 6 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 6 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 4 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 2 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 2 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 2 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
18 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
18 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
20 hours ago





