Capai Pilar Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Siap Bangun 100 Gudang Panen di Seluruh Indonesia
Trista - Saturday, 04 April 2026 | 04:16 PM


Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) resmi mengumumkan rencana strategis untuk ekspansi infrastruktur dengan pembangunan 100 gudang baru di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai strategi ketahanan pangan nasional untuk mengoptimalkan komoditas pangan pokok secara merata kepada masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog menyampaikan bawah pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang tercantum dalam peraturan presiden (perpres). Dilansir dari laman Berita Satu, gudang yang akan digunakan sebagai penyedia logistik pangan yang modern dan terintegrasi akan difasilitasi mesin pengering (dryer), penggilingan, hingga mesin pengemasan (packaging).
"Ada arahan dari Bapak Presiden, Bulog mendapat penugasan untuk membangun 100 gudang sebagai infrastruktur pascapanen," ungkap Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, saat menghadiri panen perdana di Desa Baderan Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4/2026).
Realisasi pembangunan akan dimulai pada tahun 2026 dengan memprioritaskan wilayah di luar pusat pemerintahan seperti Pulau Natuna dan Kepulauan Anambas. Saat ini, Bulog tengah menyiapkan administrasi sebagai tahap awal pelaksanaan. Rizal menyampaikan bahwa rencana pembangunan ini dapat mendukung perkembangan produksi dalam lingkup pertanian.
"Dengan dukungan ini, daya tampung Bulog akan semakin besar sehingga mampu menyerap hasil produksi petani secara optimal," ungkap Rizal dilansir dari laman Berita Satu, (4/4/2026).
Persiapan untuk pembangunan besar di sektor pertanian tidak hanya secara administratf, melainkan perlu adanya analisa kelayakan yang melibatkan pemangku kepentingan, akademisi, dan para ahli yang menekuni bidang ini. Selanjutnya perlu adanya pertimbangan teknis bersama Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Panan untuk meninjau lokasi pembangunan.
DIlansir dari laman Republika, tahapan evaluasi perlu diaudit kembali untuk mempertimbangkan kelayakan finansial dan pengajuan dana kepada pemerintah pusat yang juga akan mempengaruhi pertumbuhan APBN. Dari tahapan tersebut, tentunya harus diketahui segala lini yakni pemerintah dan masyarakat sehingga dalam keberjalannya dapat dikawal secara bersama.
Rencana pembangunan akan menghabiskan dana sekitar Rp5 triliun untuk 92 titik di seluruh Indonesia dengan rincian, Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk teknologi penunjang. Wilayah yang akan diprioritaskan yakni sentra produksi meliputi, Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap. Sementara di wilayah Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan.
"Wilayah terdepan seperti Natuna dan Kepulauan Anambas menjadi prioritas, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan saat kondisi cuaca ekstrem," lanjut Rizal.
Melalui rencana pembangunan dan penguatan di sektor pangan dan pertanian, Bulog menegaskan komitmennya dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan secara merata. Dari ini diharapkan pilar kedaulatan pangan nasional meliputi ketersediaan
(availability), keterjangkauan (accessibility), dan stabilitas harga (price stability) dapat terpenuhi secara nyata.
Next News

Fenomena Cahaya Misterius di Langit Lampung dan Sumbar, Pakar Bilang Bukan Meteor
in 6 hours

Viral Seruan Saiful Mujani Jatuhkan Pemerintahan Prabowo: Pengamat Sebut Langkah Absurd
in 4 hours

Andrie Yunus Terancam Buta Permanen, Proses Hukum Berjalan Lambat dan Tidak Transparan
14 hours ago

Bertahan Hidup 7 Hari di Hutan, Molly si Border Collie Ditemukan Selamat
11 hours ago

Berkas Lengkap! KPK Limpahkan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ke PN
14 hours ago

KPK Beri Peringatan Keras! Bos Rokok Muhammad Suryo Diminta Kooperatif Penuhi Panggilan
15 hours ago

Banjir Terjang Desa Labean Sulawesi Selatan, Puluhan Rumah Warga Terendam Lumpur dan Air
16 hours ago

Trending di Korea! Reuni Megawati dan Yeom Hye-seon di Indonesia Beri Sinyal Kontrak Baru
18 hours ago

Tegas! Mendikdasmen Bakal Blacklist Pengawas yang Bantu Kecurangan di TKA 2026
19 hours ago

Donald Trump Copot Jaksa Agung AS di Tengah Sorotan Kasus Epstein
a day ago





