Jumat, 22 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bukan Minyak Biasa! Pertamina Temukan Potensi 11 Miliar Barel Minyak Nonkonvensional

Admin WGM - Thursday, 21 May 2026 | 04:00 PM

Background
Bukan Minyak Biasa! Pertamina Temukan Potensi 11 Miliar Barel Minyak Nonkonvensional
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza (Ekonomi Bisnis /)

PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan penemuan potensi komoditas energi baru yang sangat masif di dalam negeri. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi tersebut berhasil mendeteksi adanya potensi Sumber Daya Minyak Nonkonvensional (MNK) dengan volume yang diperkirakan mencapai 11 miliar barel. Temuan cadangan jumbo ini menjadi tonggak sejarah baru karena jenis minyak yang ditemukan dipastikan bukan merupakan minyak mentah biasa.

Direktur Utama Pertamina mengungkapkan bahwa penemuan minyak bumi nonkonvensional ini didapatkan setelah perusahaan melakukan serangkaian studi geologi mendalam, eksplorasi tingkat lanjut, serta pemanfaatan teknologi seismik terbaru di sejumlah wilayah kerja terkemuka di Indonesia. Karakteristik dari minyak nonkonvensional ini berbeda dari minyak konvensional pada umumnya karena terjebak di dalam batuan sumber (shale oil) yang memiliki porositas dan permeabilitas sangat rendah, sehingga membutuhkan teknik pengeboran khusus untuk mengeksplorasinya.

Berdasarkan hasil pemetaan komprehensif, total potensi sumber daya MNK yang mencapai 11 miliar barel tersebut sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Sumatra Tengah, khususnya di Blok Rokan, serta beberapa cekungan potensial lain di wilayah Kalimantan dan Jawa. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki formasi batuan bawah tanah yang sangat kaya akan kandungan hidrokarbon nonkonvensional yang belum pernah diproduksi secara massal sebelumnya di Indonesia.

Pihak Pertamina menegaskan bahwa temuan raksasa ini menjadi angin segar sekaligus memiliki arti yang sangat strategis bagi masa depan ketahanan energi nasional. Di tengah tren penurunan produksi (decline rate) minyak mentah konvensional secara alamiah di berbagai sumur tua Indonesia, kehadiran potensi MNK sebesar 11 miliar barel ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama dalam mendongkrak kembali volume produksi siap jual (lifting) minyak nasional di masa mendatang.

Kendati memiliki potensi volume yang luar biasa besar, manajemen Pertamina juga memaparkan bahwa proses ekstraksi dan komersialisasi minyak nonkonvensional ini memiliki tantangan tersendiri. Karakteristik batuan hidrokarbon yang padat menuntut penerapan teknologi hulu migas yang mutakhir dan padat modal, seperti teknik pengeboran berarah (directional drilling) yang dikombinasikan dengan perekahan hidrolik (hydraulic fracturing). Metode canggih tersebut sejauh ini telah terbukti sukses diterapkan di Amerika Serikat hingga mampu memicu revolusi shale gas dan shale oil.

Oleh karena itu, demi mempercepat fase pembuktian cadangan serta implementasi produksi secara komersial, Pertamina saat ini aktif menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan migas internasional yang telah memiliki pengalaman serta reputasi tinggi di bidang pengelolaan ladang minyak nonkonvensional. Langkah kolaboratif ini dipandang penting guna mentransfer teknologi sekaligus memitigasi risiko investasi yang tinggi di sektor hulu.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut baik laporan temuan dari Pertamina ini. Pihak regulator berjanji akan terus memberikan dukungan penuh, termasuk menyiapkan formula insentif fiskal yang menarik serta regulasi yang fleksibel. Rangkaian kemudahan tersebut disiapkan agar iklim investasi pengembangan minyak nonkonvensional di Indonesia semakin kompetitif dan menarik minat para investor global demi mewujudkan target kedaulatan energi nasional.