Bukan Lawan Arus, TNI AD Sebut Mobil Dinas Bintang Dua Terjebak Kemacetan Parah
Admin WGM - Wednesday, 06 May 2026 | 02:00 PM


Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabesad) memberikan klarifikasi resmi terkait unggahan video viral yang menunjukkan sebuah mobil dinas mewah dengan plat dinas bintang dua diduga melakukan pelanggaran lalu lintas dengan melawan arus. Melalui Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), pihak TNI menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial mengenai tindakan sengaja melawan arah tidaklah akurat. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di tengah situasi lalu lintas yang padat, dan kendaraan tersebut berada pada posisi yang sulit akibat dinamika di lapangan.
Klarifikasi ini dikeluarkan guna meluruskan persepsi publik sekaligus menjaga citra institusi di mata masyarakat terkait kepatuhan hukum di jalan raya.
Viral Video dan Respons Cepat Dispenad
Insiden ini bermula dari sebuah rekaman video amatir yang tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, terlihat mobil dinas Toyota Land Cruiser berkelir hitam dengan plat nomor dinas 1-45, yang menandakan kendaraan tersebut digunakan oleh perwira tinggi berpangkat Mayor Jenderal (Bintang Dua), tampak berada di jalur yang berlawanan dengan arus kendaraan lainnya. Unggahan tersebut sontak memicu kritik pedas dari netizen yang menyayangkan adanya dugaan arogansi di jalan raya.
Merespons hal tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) segera memberikan keterangan untuk mendinginkan situasi. Melansir laporan detikNews, pihak TNI telah melakukan penelusuran internal terhadap pengemudi dan saksi di lokasi kejadian guna mendapatkan fakta yang utuh mengenai kronologi peristiwa tersebut.
Fakta di Lapangan: Terjebak Kemacetan
Berdasarkan hasil investigasi awal, Kadispenad menegaskan bahwa mobil dinas tersebut tidak memiliki niat atau sengaja melakukan pelanggaran melawan arus untuk menghindari macet. Melansir ulasan Kompas Video, Kadispenad menyatakan bahwa faktanya tidak seperti yang dicitrakan dalam potongan video pendek yang viral. Kendaraan tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan dinas resmi dan terjebak dalam situasi lalu lintas yang sangat semrawut.
"Faktanya tidak seperti itu. Kendaraan tidak sedang melakukan manuver melawan arus secara sengaja, melainkan ada kondisi di depan jalur yang memaksa kendaraan berhenti dalam posisi tersebut saat terjadi pengalihan atau kemacetan total," ujar Kadispenad dalam penjelasannya kepada media pada Selasa (5/5/2026).
Bantahan Sengaja Melawan Arus
Lebih lanjut, pihak Dispenad memberikan rincian teknis mengenai posisi mobil saat kejadian. Melansir laporan Suara.com, Kadispenad membantah keras tuduhan bahwa pengemudi mobil dinas berpelat 1-45 itu sengaja menerobos arus berlawanan. Dijelaskan bahwa saat itu kondisi jalan sedang mengalami penyempitan akibat adanya perbaikan atau hambatan di jalur utama, sehingga kendaraan harus sedikit mengambil ruang ke kanan namun tetap dalam kendali koordinasi petugas di lapangan.
Pihak TNI menekankan bahwa prajurit yang bertugas sebagai pengemudi tetap diinstruksikan untuk selalu mematuhi aturan berlalu lintas dan menghargai hak pengguna jalan lainnya. "Mobil tersebut terjebak macet dan berada pada posisi yang terlihat seolah-olah melawan arus karena adanya antrean panjang dan kendaraan dari arah berlawanan yang juga merangsek maju," tambah pihak Dispenad dalam keterangan resminya.
Komitmen Disiplin Prajurit
Meskipun telah memberikan klarifikasi, TNI AD tetap berkomitmen untuk melakukan evaluasi internal terhadap personelnya guna memastikan insiden serupa tidak terulang kembali dan tidak menimbulkan salah paham di masyarakat. Institusi militer menegaskan bahwa tidak ada keistimewaan bagi kendaraan dinas dalam hal aturan lalu lintas dasar, kecuali dalam kondisi darurat tertentu yang tetap harus melalui prosedur pengawalan resmi.
Kadispenad mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang tidak utuh dan selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar. Pihak TNI AD berterima kasih atas pengawasan masyarakat sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap kinerja dan perilaku prajurit di ruang publik. Situasi di lokasi kejadian sendiri dilaporkan telah kembali normal setelah petugas kepolisian dan Polisi Militer melakukan pengaturan di titik kemacetan tersebut.
Next News

Grand Opening INFORMA Pekalongan, Wali Kota Harap Hadirkan Nuansa Batik Khas Kota Pekalongan
in 2 hours

Kebakaran di Binus Kemanggisan Jakarta Barat, Asap Tebal Sempat Kepung Area Kampus
in 27 minutes

Santriwati Melahirkan di Pekalongan Jadi Sorotan, Keluarga Beri Klarifikasi
a day ago

9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan, Pemerintah Ungkap Kondisi Mereka
2 hours ago

Menlu Sugiono Ungkap WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusian Bukan Penculikan
20 hours ago

Presiden Prabowo Hubungi Hotman Paris, Buntut Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem Makarim
20 hours ago

Bikin Nostalgia Sekaligus Haru, Mengingat Kembali Memori Generasi 90-an Saat Hadapi Krismon
16 hours ago

Kilas Balik 6 Agenda Reformasi 1998: Mana yang Sudah Tercapai dan Mana yang Belum?
17 hours ago

Viral Truk Koperasi Desa Merah Putih Ambil Stok di Gudang Swasta, Pemkot Surabaya Buka Suara
a day ago

Kronologi Oknum Polisi Mengamuk di Rumah Anggota DPR Ade Ginanjar, Roboh Ditabrak Mobil Patroli!
a day ago





