Minggu, 21 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bawaslu Kabupaten Pekalongan Libatkan Pramuka dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2029

Admin WGM - Friday, 19 June 2026 | 12:40 PM

Background
Bawaslu Kabupaten Pekalongan Libatkan Pramuka dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2029
Bawaslu Kabupaten Pekalongan (detik.com/)

 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan terus memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan generasi muda. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diikuti puluhan anggota Pramuka Penegak se-Kabupaten Pekalongan di Aula Sanggar Pramuka Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu. Melalui kegiatan ini, para anggota Pramuka diajak mengenal lebih dekat proses demokrasi dan pentingnya menjaga integritas pemilu.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Rofiudin, yang hadir secara daring, menyampaikan bahwa berbagai kebijakan publik yang berdampak pada kehidupan masyarakat lahir melalui proses politik dan pemilu. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.

Menurutnya, pemilu merupakan sarana untuk memilih pemimpin yang nantinya akan menentukan berbagai kebijakan publik, termasuk kebijakan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami pentingnya proses pemilu yang berkualitas.

Rofiudin juga menegaskan bahwa pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga pelaksanaan pemilu agar berjalan sesuai prinsip jujur dan adil. Tanpa pengawasan yang baik, potensi terjadinya pelanggaran dan kecurangan dapat mengurangi kualitas demokrasi serta menurunkan kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohammad Tohir, mengatakan masa di luar tahapan pemilu merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan di tengah masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Ia menilai pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu semata. Keterlibatan masyarakat melalui pengawasan partisipatif menjadi faktor penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi.

Menurut Tohir, generasi muda perlu mulai memahami aturan, proses, dan nilai-nilai demokrasi sejak sekarang agar siap berperan aktif ketika tahapan Pemilu 2029 dimulai.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, Sugianto. Ia mengapresiasi kolaborasi antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka karena dinilai dapat menambah wawasan anggota Pramuka, tidak hanya dalam bidang kepramukaan tetapi juga pendidikan demokrasi.

Selain itu, para peserta juga didorong untuk terus mengembangkan kapasitas diri, termasuk melalui keterlibatan dalam Saka Adhyasta Pemilu yang menjadi wadah pembinaan Pramuka di bidang kepemiluan dan pengawasan partisipatif.

Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Pekalongan berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran untuk ikut mengawal proses demokrasi. Dengan partisipasi aktif masyarakat, khususnya kalangan Pramuka, Pemilu 2029 diharapkan dapat berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.