Minggu, 5 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Banjir Terjang Desa Labean Sulawesi Selatan, Puluhan Rumah Warga Terendam Lumpur dan Air

Admin WGM - Saturday, 04 April 2026 | 01:30 PM

Background
Banjir Terjang Desa Labean Sulawesi Selatan, Puluhan Rumah Warga Terendam Lumpur dan Air
Ratusan Rumah di 10 Desa Donggala Terendam (ANTARA /)

Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana banjir bandang di sejumlah titik di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan bahwa ratusan unit rumah yang tersebar di sedikitnya 10 desa terdampak luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan.

Berdasarkan data terkini, wilayah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Balaesang, Sirenja, dan Balaesang Tanjung. Banjir mulai menggenangi pemukiman warga sejak sore hari, menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir barat Sulawesi Tengah tersebut.

Dampak di Balaesang dan Sirenja

Laporan dari BPBD Sulteng menunjukkan skala kerusakan yang cukup luas di dua kecamatan bertetangga, yakni Balaesang dan Sirenja. Tercatat sebanyak 552 unit rumah warga terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.

"Banjir kali ini cukup masif. Di wilayah Balaesang dan Sirenja saja, lebih dari 500 kepala keluarga merasakan dampaknya secara langsung. Sebagian besar rumah terendam lumpur dan material sisa banjir," ujar perwakilan BPBD Sulteng dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Selain merendam rumah warga, banjir juga dilaporkan merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk akses jalan desa dan area perkebunan masyarakat. Meskipun air mulai surut di beberapa titik pada malam hari, warga masih diselimuti kekhawatiran akan adanya banjir susulan mengingat awan mendung masih menggelayuti wilayah tersebut.

Kondisi di Desa Labean

Situasi serupa juga terjadi di Desa Labean, di mana sedikitnya 30 rumah warga dilaporkan terendam banjir. Aliran air yang deras masuk ke dalam rumah-rumah warga secara tiba-tiba, menyebabkan banyak barang elektronik dan perabotan rumah tangga tidak sempat diselamatkan.

Masyarakat setempat bersama aparat TNI dan Polri kini bergotong royong membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah. BPBD telah menyiagakan personel di lapangan untuk membantu proses evakuasi warga kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak, menuju tempat yang lebih aman.

Rangkuman Dampak di 10 Desa

Secara keseluruhan, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa dampak banjir ini menyebar di 10 desa di wilayah Donggala. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan pendataan korban dan kerusakan infrastruktur berjalan akurat.

Beberapa desa yang terdampak mengalami kendala dalam pembersihan sisa banjir karena keterbatasan alat berat. "Kami terus berupaya menyalurkan bantuan logistik darurat berupa makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan kebutuhan sanitasi bagi warga yang rumahnya belum bisa ditempati kembali," tambah pihak BPBD.

Imbauan dan Kewaspadaan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Donggala dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

Warga diminta untuk mengamankan dokumen-dokumen penting dan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi jika debit air kembali meningkat secara mendadak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Upaya mitigasi jangka panjang, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan drainase di wilayah pesisir Donggala, kini menjadi desakan utama masyarakat kepada pemerintah daerah guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.