Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Culture

Bahasa Slang Internet vs. Bahasa Formal: Merusak atau Memperkaya?

Admin WGM - Sunday, 08 February 2026 | 09:33 PM

Background
Bahasa Slang Internet vs. Bahasa Formal: Merusak atau Memperkaya?
slang

Pernahkah kamu merasa bingung saat membaca istilah seperti rizz, pookie, atau starboy di media sosial? Atau mungkin kamu tanpa sadar sering menyelipkan kata "gabut" dan "mager" saat sedang berbicara dalam situasi yang cukup serius?

Kecepatan internet telah menciptakan dialek baru yang kita sebut sebagai slang internet. Pertanyaannya: Apakah fenomena ini perlahan-lahan merusak struktur bahasa formal kita, atau justru ia sedang memperkayanya dengan warna-warna baru? Mari kita bedah bersama, Winners.

Evolusi yang Tak Terbendung

Bahasa selalu bersifat dinamis. Apa yang kita anggap sebagai bahasa formal hari ini, dulunya mungkin adalah bahasa santai di masa lalu. Internet hanya mempercepat proses tersebut. Menurut para ahli linguistik, slang internet bukan sekadar "salah ketik" atau kemalasan berkomunikasi, melainkan bentuk kreativitas manusia dalam berekspresi secara efisien.

Mengapa Slang Internet Dianggap "Merusak"?

Ada beberapa kekhawatiran yang muncul, terutama bagi para akademisi dan pecinta bahasa:

  • Menurunnya Kemampuan Menulis Formal: Banyak yang khawatir generasi muda jadi kesulitan membedakan kapan harus menggunakan bahasa baku (EYD/PUEBI) dan kapan boleh menggunakan slang.
  • Hilangnya Makna Mendalam: Slang sering kali bersifat dangkal dan hanya bertahan sebentar (tren musiman), yang dikhawatirkan bisa mengikis kosakata yang lebih kaya dan presisi dalam bahasa formal.

Sisi Lain: Internet Sebagai Kekuatan Kreatif

Namun, jangan salah, Winners. Slang internet juga punya peran positif:

  • Efisiensi Komunikasi: Di dunia yang serba cepat, kata-kata seperti "fyi" atau "gercep" membantu kita menyampaikan maksud dengan lebih singkat.
  • Inovasi Kosakata: Banyak slang yang akhirnya masuk ke dalam kamus resmi karena frekuensi penggunaannya yang tinggi dan kemampuannya mengisi celah makna yang belum ada di bahasa formal.
  • Identitas Kelompok: Menggunakan slang yang sama menciptakan rasa memiliki dan kedekatan antar pengguna internet.

Merusak atau Memperkaya?

Jawabannya bergantung pada konteks. Bahasa slang tidak akan merusak bahasa formal selama kamu tahu tempatnya. Sama seperti kamu tidak akan memakai baju tidur ke acara pernikahan, kamu juga tidak seharusnya menggunakan slang internet saat menulis surat lamaran kerja.

Alih-alih melihatnya sebagai ancaman, kita bisa melihat slang internet sebagai "bumbu" dalam berkomunikasi. Ia memperkaya cara kita berinteraksi di ruang digital tanpa harus menghilangkan nilai-nilai luhur dari bahasa formal yang kita miliki.

Bahasa formal tetap menjadi fondasi, sementara slang internet adalah dekorasinya. Keduanya bisa hidup berdampingan selama kita memiliki kesadaran linguistik untuk menempatkan keduanya pada porsi yang tepat.

Gimana menurut kamu, Winners? Apakah kamu tim yang setuju bahasa slang masuk ke kamus resmi, atau tetap ingin bahasa kita murni tanpa campur tangan istilah internet?