8 Juta Demonstran Tuntut "No Kings", Robert De Niro Sarkas Harusnya "No Trump"
Trista - Sunday, 29 March 2026 | 04:52 PM


Unjuk rasa besar-besaran dengan gerakan "No Kings" atau "Tidak Ada Raja" memadati jalan di Amerika serikat yang dilaporkan 8 juta orang turun ke jalan untuk menyerukan kritiknya terhadap pemerintahan Donald Trump, (28/3/2026). Aksi ini dilakukan serentak di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat dengan 3.300 acara dan menjadi aksi terbesar dalam sejarah Amerika.
Keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam konflik Timur Tengah merugikan berbagai sektor mulai dari borosnya APBN, meningkatnya harga minyak, dan ketidakamanan wilayah sekitar perang yang berdampak bagi negara lain. Masyarakat AS berusaha menyelesaikan permasalah yang sudah terlalu lebar dengan tiga tuntutan "No to authoritarianism, no to oligarchy, no to endless wars" yang bermakna "Tolak otoritarianisme, tolak oligarki, tolak perang yang tidak berkesudahan".
Senator Bernie Sanders mengawal gugatan rakyat dan berjanji akan mengalahkan permintaan Trump untuk menambah USD 200 Miliar pengeluaran militer untuk perang melawan Iran. Dilansir dari laman SindoNews, Sanders menegaskan bahwa perlak merupakan pelanggaran hukum internasional apapun alasannya.
"Saya bangga bergabung dengan warga Amerika di seluruh negeri hari ini untuk mengatakan dengan lantang dan jelas, kami tidak akan menerima otoriterisme, kami tidak akan menerima oligarki, dan kami tidak menerima presiden yang merusak konstitusi setiap hari," tulis Bernie Sanders melalui akun X pribadinya, (29/3/2026).
Melansir dari laman Bloomberg Technoz, laporan BBC menginformasikan para demonstran menuntut kepemimpinan Presiden Trump untuk tidak bertindak melebihi batas, termasuk perang di Iran, penegakan imigrasi federal, serta meningkatnya biaya hidup imbas dari konflik Timur Tengah. Aksi ini terjadi di sejumlah lokasi yakni Philadelphia, Atlanta, Dallas, St. Paul, D.C., Los Angeles, dan Washington.
"Trump ingin memerintah kami seperti seorang tiran. Tapi ini Amerika, dan kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan calon raja atau kroni miliardernya," ungkap demonstran (29/3/2026).
Aksi "No Kings" ini turut mengundang partisipasi dari aktor sekaligus produser senior, Robert De Niro yang turut menyerukan protesnya terhadap kebijakan Trump. Robert menegaskan seruan "No kings" tidak tepat melainkan harus diganti dengan "No Trump" yang memiliki arti tidak ada Trump.
"Dia harus berhenti, dan dia harus berhenti sekarang. Dan itulah inti dari "Tidak Ada Raja" karena dia tidak bisa melakukan semua hal buruk yang telah dia lakukan tanpa kolusi Kongres dan para antek di pemerintahannya," tegas Robert dalam kutipan orasinya di akun X @ShadowofEzra, (29/3/2026).
Robert mendukung 150 persen aksi dan menegaskan untuk warga tidak takut kepada Trump, mengingat nilai-nilai inti Amerika tentang keadilan, kesetaraan, kesopanan, dan kebaikan sebagai negara demokrasi yang baik. Perhatian publik semakin meningkat dengan aksi "No Kings" sebagai cermin dari rusaknya kebijakan Trump yang merugikan hampir seluruh dunia.
Next News

Jajaran Kejaksaan Negeri Karo Diperiksa Kejagung Imbas Dugaan Pelanggaran Kode Etik Perkara Amsal Sitepu
3 hours ago

Fenomena Langit April: Komet Paskah C/2026 A1 Mendekati Matahari, Berpotensi Terlihat dengan Mata Telanjang
6 hours ago

Fenomena Cahaya Misterius di Langit Lampung dan Sumbar, Pakar Bilang Bukan Meteor
8 hours ago

Viral Seruan Saiful Mujani Jatuhkan Pemerintahan Prabowo: Pengamat Sebut Langkah Absurd
10 hours ago

Capai Pilar Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Siap Bangun 100 Gudang Panen di Seluruh Indonesia
a day ago

Andrie Yunus Terancam Buta Permanen, Proses Hukum Berjalan Lambat dan Tidak Transparan
a day ago

Bertahan Hidup 7 Hari di Hutan, Molly si Border Collie Ditemukan Selamat
a day ago

Berkas Lengkap! KPK Limpahkan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ke PN
a day ago

KPK Beri Peringatan Keras! Bos Rokok Muhammad Suryo Diminta Kooperatif Penuhi Panggilan
a day ago

Banjir Terjang Desa Labean Sulawesi Selatan, Puluhan Rumah Warga Terendam Lumpur dan Air
a day ago





