Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla, Lima Pesawat TNI AU Dikirim ke Kalimantan

Admin WGM - Sunday, 23 August 2026 | 11:35 AM

Background
52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla, Lima Pesawat TNI AU Dikirim ke Kalimantan
Penanganan karhutla 2026 (ANTARA JAMBI /)

Pemerintah terus memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan potensi kebakaran tinggi. Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan. Penguatan armada dilakukan untuk mempercepat penanganan titik-titik karhutla yang berpotensi meluas.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) kembali diberangkatkan pada Jumat siang. Pesawat tersebut diterbangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Pengerahan lima pesawat itu ditujukan untuk memperkuat armada yang telah beroperasi di wilayah terdampak.

"Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan," demikian tulis Seskab Teddy. Lima pesawat tersebut menjadi tambahan untuk memperkuat operasi udara yang telah berjalan di Kalimantan. Selain itu, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Armada yang disiagakan di Jakarta dapat bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengerahan armada juga menyesuaikan perkembangan situasi karhutla di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kecepatan respons terhadap kebakaran.

Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Dari total armada tersebut, 30 pesawat beroperasi di Kalimantan dan 22 pesawat berada di Sumatra.

"Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra," lanjut Seskab. Armada yang ditempatkan di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter. Pesawat dan helikopter tersebut mendukung patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemadaman kebakaran dari udara melalui water bombing.

Operasi udara untuk menangani karhutla telah berlangsung secara intensif pada Kamis dan Jumat, 20–21 Agustus 2026. Armada BNPB bersama TNI melakukan water bombing untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik karhutla dari udara di wilayah terdampak. Penambahan lima pesawat TNI AU diharapkan memperkuat operasi yang telah berlangsung tersebut.

Pemerintah juga terus berupaya menekan dampak kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak. Penguatan operasi udara menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menghadapi potensi karhutla yang masih tinggi.