52 Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla, Lima Pesawat TNI AU Dikirim ke Kalimantan
Admin WGM - Sunday, 23 August 2026 | 11:35 AM


Pemerintah terus memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan potensi kebakaran tinggi. Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan. Penguatan armada dilakukan untuk mempercepat penanganan titik-titik karhutla yang berpotensi meluas.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) kembali diberangkatkan pada Jumat siang. Pesawat tersebut diterbangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Pengerahan lima pesawat itu ditujukan untuk memperkuat armada yang telah beroperasi di wilayah terdampak.
"Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan," demikian tulis Seskab Teddy. Lima pesawat tersebut menjadi tambahan untuk memperkuat operasi udara yang telah berjalan di Kalimantan. Selain itu, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Armada yang disiagakan di Jakarta dapat bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengerahan armada juga menyesuaikan perkembangan situasi karhutla di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kecepatan respons terhadap kebakaran.
Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Dari total armada tersebut, 30 pesawat beroperasi di Kalimantan dan 22 pesawat berada di Sumatra.
"Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra," lanjut Seskab. Armada yang ditempatkan di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter. Pesawat dan helikopter tersebut mendukung patroli, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemadaman kebakaran dari udara melalui water bombing.
Operasi udara untuk menangani karhutla telah berlangsung secara intensif pada Kamis dan Jumat, 20–21 Agustus 2026. Armada BNPB bersama TNI melakukan water bombing untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik karhutla dari udara di wilayah terdampak. Penambahan lima pesawat TNI AU diharapkan memperkuat operasi yang telah berlangsung tersebut.
Pemerintah juga terus berupaya menekan dampak kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak. Penguatan operasi udara menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menghadapi potensi karhutla yang masih tinggi.
Next News

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 6 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 5 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 5 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
14 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
15 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
17 hours ago

Kebakaran Kos dan Fotokopi di Tebet Tewaskan Empat Orang
17 hours ago

Pengemudi Outlander Diduga Mabuk Tabrak Dua Kendaraan di Surabaya, Satu Orang Tewas
18 hours ago

Rekening Donasi Demo Pati Diblokir Mandiri, YLBHI Sebut Tindakan Melanggar Hukum
19 hours ago

Kepergok Bocah, 'Pria Senter' Ternyata Terlibat Karhutla di Palangka Raya
2 days ago





