Senin, 14 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Wisuda FH UI, Fawwaz Ingatkan Sarjana Hukum Jangan Kehilangan Integritas

Admin WGM - Saturday, 29 August 2026 | 11:00 AM

Background
Wisuda FH UI, Fawwaz Ingatkan Sarjana Hukum Jangan Kehilangan Integritas
Pesan Fawwaz untuk wisudawan (Helo Semarang /)

Muhammad Fawwaz Farhan Farabi mengajak para wisudawan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menjaga idealisme, integritas, dan keberpihakan pada keadilan saat memasuki dunia profesional. Pesan tersebut disampaikan Fawwaz ketika tampil sebagai pembicara utama sekaligus mewakili wisudawan dalam acara Farewell Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati FH UI Semester Genap 2025/2026 di Balai Sidang dan Auditorium FH UI.

Dalam pidatonya, Fawwaz menekankan bahwa pendidikan hukum tidak berhenti pada penguasaan aturan dan lembaga negara, tetapi juga harus membentuk kompas moral bagi seseorang dalam menggunakan ilmunya. Ia mengingatkan para lulusan bahwa gelar sarjana hukum dapat digunakan untuk memperjuangkan kebenaran, tetapi juga dapat disalahgunakan apabila tidak disertai integritas.

Fawwaz yang pernah menjabat Ketua Umum BEM FH UI tersebut juga meminta para lulusan tetap berani berpikir kritis. Menurutnya, sikap kritis diperlukan untuk memperkuat demokrasi sekaligus mendorong perbaikan tata kelola bangsa. Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dalam menjalankan profesi hukum.

Fawwaz merupakan salah satu wisudawan berprestasi FH UI yang lulus dengan predikat cum laude. Ia juga tercatat aktif dalam sejumlah kegiatan akademik, organisasi mahasiswa, serta perkara konstitusi di Mahkamah Konstitusi, termasuk sebagai salah satu pemohon dalam perkara pengujian Undang-Undang TNI.

Di sisi lain, perkembangan dunia akademik juga mencuat dalam pencalonan Prof. Dr. Warsito sebagai bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031. Prof. Warsito memberikan penjelasan terkait penggunaan istilah "Kulo Nuwun" dan "Mulang Tiyuh" yang sempat dikaitkan dengan persoalan identitas dalam proses pencalonannya.

Prof. Warsito menjelaskan kedua ungkapan tersebut digunakan dalam konteks berbeda. "Kulo Nuwun" digunakan sebagai ungkapan penghormatan ketika memasuki lingkungan sosial tertentu, sedangkan "Mulang Tiyuh" dimaknai sebagai kembali ke kampung halaman untuk memberikan pengabdian kepada daerah asal.

Prof. Warsito diketahui mengawali karier akademiknya di Unila dari lingkungan Fisika FMIPA dan pernah menduduki sejumlah posisi struktural, termasuk Dekan FMIPA dan Ketua Senat Unila. Ia kemudian menjalankan sejumlah tugas di tingkat nasional dan internasional, termasuk sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Paris.

Dalam pencalonannya sebagai Rektor Unila, salah satu gagasan yang disiapkan Prof. Warsito ialah penguatan kelembagaan riset terpadu singkong melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.