Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tragedi Memilukan di Danau Kariba: Kapal Feri Terbalik, 72 Orang Tewas Termasuk 18 Anak-Anak!

Admin WGM - Sunday, 16 August 2026 | 02:00 PM

Background
Tragedi Memilukan di Danau Kariba: Kapal Feri Terbalik, 72 Orang Tewas Termasuk 18 Anak-Anak!
Kapal feri terbalik Zimbabwe (CNBC Indonesia /)

Sebuah tragedi memilukan terjadi di Danau Kariba, Zimbabwe, ketika sebuah kapal feri bermuatan penumpang terbalik secara mendadak. Bencana transportasi air yang dahsyat ini mengakibatkan sedikitnya 72 orang tewas tenggelam di lokasi kejadian.

Para korban tewas mencakup berbagai usia, dengan 18 di antaranya teridentifikasi sebagai anak-anak yang tidak sempat menyelamatkan diri. Musibah ini membawa duka yang amat mendalam bagi keluarga korban serta seluruh masyarakat di wilayah tersebut.

Kapal feri tersebut diduga sarat muatan saat mengarungi perairan Danau Kariba sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan. Cuaca buruk dan angin kencang juga disinyalir menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pelayaran hingga kapal terbalik.

Tim penyelamat gabungan dari pemerintah dan relawan lokal segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian para korban. Proses evakuasi berlangsung cukup rumit lantaran dalamnya perairan serta kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya stabil.

Sejumlah korban selamat yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan medis mendesak. Petugas medis bekerja ekstra keras untuk menangani pasien yang mengalami hipotermia serta trauma fisik berat.

Pemerintah Zimbabwe menyatakan belasungkawa yang mendalam dan berjanji akan mengusut tuntas penyebab pasti musibah pelayaran ini. Penyelidikan ketat akan dilakukan guna memeriksa kelaikan kapal serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran yang berlaku.

Musibah berdarah di Danau Kariba ini menyita perhatian dunia internasional dan memicu desakan evaluasi standar keselamatan transportasi air. Bantuan kemanusiaan serta tim ahli terus dikerahkan guna membantu penanganan pascabencana di kawasan terisolasi tersebut.