Jumat, 11 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Terkapar di Kebun Warga

Admin WGM - Monday, 31 August 2026 | 11:43 AM

Background
Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Jantan Ditemukan Terkapar di Kebun Warga
Orangutan terpapar asap karhutla (YIARI/)

Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan lemas hingga tidak sadarkan diri di area perkebunan sawit warga di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Satwa yang kemudian diberi nama Sampurna itu diduga mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap pekat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang menyelimuti kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir.

Sampurna pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB setelah ditemukan dalam kondisi sangat lemah di sekitar perkebunan. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia langsung menuju lokasi untuk melakukan verifikasi serta penyelamatan.

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat, Sarbandi, mengatakan tim menemukan orangutan tersebut dalam kondisi lemas dan menduga karhutla membuat satwa itu bergeser dari habitat asalnya hingga memasuki area perkebunan warga. Kebakaran yang terjadi di sekitar lokasi sehari sebelumnya juga meninggalkan asap tebal, bahkan saat proses penyelamatan berlangsung kondisi udara di kawasan itu masih dipenuhi kabut asap.

Dokter hewan YIARI bersama tim gabungan kemudian memberikan penanganan darurat di lokasi, termasuk bantuan oksigen dan infus karena Sampurna mengalami gangguan pernapasan. Pemeriksaan awal tidak menemukan luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh orangutan tersebut, sehingga paparan asap menjadi salah satu dugaan utama penyebab menurunnya kondisi kesehatannya.

Setelah berhasil diamankan, Sampurna menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, pengambilan sampel, serta pemasangan microchip untuk memantau kondisi dan identitasnya. Orangutan tersebut selanjutnya dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri untuk mendapatkan perawatan intensif dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kemungkinan gangguan pada paru-paru maupun organ dalam lainnya.

Kondisi Sampurna menambah daftar satwa liar yang terdampak karhutla di Ketapang, setelah sebelumnya tiga orangutan lain juga dievakuasi akibat habitat dan jalur pergerakannya terganggu kebakaran. Karhutla tidak hanya mengancam keselamatan manusia dan lingkungan, tetapi juga dapat menghancurkan sumber pakan, tempat berlindung, serta koridor pergerakan satwa yang bergantung pada kawasan hutan.

Tim konservasi kini terus memantau perkembangan kesehatan Sampurna dengan harapan orangutan jantan dewasa tersebut dapat segera pulih. Jika kondisinya telah kembali sehat dan memenuhi persyaratan untuk dilepasliarkan, Sampurna diharapkan dapat kembali ke habitat alaminya di kawasan hutan.