Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tanpa Mereka Kita Tak Punya Foto Proklamasi! Kisah Mendur Bersaudara Abadikan 17 Agustus 1945

Admin WGM - Monday, 17 August 2026 | 03:00 PM

Background
Tanpa Mereka Kita Tak Punya Foto Proklamasi! Kisah Mendur Bersaudara Abadikan 17 Agustus 1945
Frans mendur foto proklamasi (JSP /)

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 tidak hanya menjadi panggung bagi Soekarno dan Mohammad Hatta. Di balik kilas sejarah puncak tersebut, terdapat deretan tokoh pemberani yang memainkan peran vital demi mewujudkan dan mengabadikan peristiwa agung tersebut.

Kehadiran para pejuang ini memastikan bahwa momen sakral pembacaan naskah dapat berjalan lancar, terdokumentasi, serta terjaga keamanannya. Figur-figur seperti Latief Hendraningrat, Suhud, Frans Mendur, dan Ibu S.K. Trimurti merupakan pahlawan bangsa yang jasanya patut terus dikenang.

Latief Hendraningrat dan Suhud: Pengibar Sang Saka Pertama

Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo mengukir sejarah sebagai dua pemuda yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka untuk pertama kalinya. Dengan penuh ketenangan di tengah situasi yang masih sangat rawan, mereka menaikkan kain Merah Putih buatan Ibu Fatmawati pada tiang bambu sederhana.

Sebagai anggota PETA, Latief juga bertanggung jawab penuh atas pengamanan area Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 dari potensi gangguan tentara Jepang. Keberanian dan keteguhan sikap kedua tokoh ini menjadi simbol lahirnya kedaulatan bangsa Indonesia di mata dunia.

Frans Mendur: Merekam Detik-Detik Kemerdekaan Lewat Lensa

Frans Mendur merupakan wartawan foto yang mengambil risiko luar biasa demi mendokumentasikan detik-detik pembacaan teks proklamasi. Saat perwira militer Jepang berusaha merampas dan memusnahkan negatif foto tersebut, Frans dengan cerdik menguburnya di bawah pohon di kantor harian Asia Raya.

Keberanian serta kecerdasan fotografer asal Minahasa ini berhasil menyelamatkan bukti otentik pengibaran bendera dan pidato Bung Karno. Tanpa karya jepretan lensa miliknya, generasi masa kini tidak akan pernah bisa menyaksikan rekaman visual bersejarah lahirnya Republik Indonesia.

Ibu S.K. Trimurti: Tokoh Perempuan dan Srikandi Perjuangan

Ibu Surastri Karma Trimurti memainkan peran penting sebagai tokoh perempuan yang hadir langsung serta mengawal jalannya upacara proklamasi. Beliau sebenarnya ditunjuk langsung oleh Bung Karno untuk menjadi pengibar bendera, namun secara bijak menolaknya dan mengusulkan prajurit PETA yang lebih terlatih.

Sebagai wartawan sekaligus pejuang pergerakan, S.K. Trimurti secara gigih menyebarluaskan semangat kemerdekaan melalui tulisan-tulisannya yang tajam di media massa. Kerendahan hati dan dedikasinya dalam perjuangan menjadikan beliau sebagai teladan srikandi bangsa yang sangat disegani.

Menjaga Warisan Pengorbanan para Pejuang Bangsa

Sinergi perjuangan Latief, Suhud, Frans Mendur, dan S.K. Trimurti membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan buah dari kerja keras kolektif. Setiap tokoh menyumbangkan keberanian, keterampilan, dan pengorbanan sesuai dengan bidangnya masing-masing demi satu tujuan luhur.

Memahami kisah perjuangan mereka memberikan pelajaran mendalam tentang pentingnya ketulusan mengabdi tanpa selalu mengharapkan sorotan panggung utama. Warisan jasa para pahlawan ini akan tetap abadi dan terus menginspirasi generasi penerus dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.