Tak Ada Lagi Warga Hilang, Tim Gabungan Tetap Sisir Wilayah Terdampak Gempa NTT
Admin WGM - Tuesday, 18 August 2026 | 04:34 PM


BNPB menyatakan tidak ada lagi laporan warga yang hilang setelah gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski demikian, tim gabungan Basarnas masih bersiaga dan melakukan pencarian di sejumlah daerah terdampak. Hingga Senin (17/8/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat mencapai 68 jiwa.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan personel gabungan tetap diturunkan secara optimal meski laporan orang hilang sudah tidak ditemukan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak dan memantau kemungkinan adanya korban yang belum terdata. Pernyataan tersebut disampaikan Berton dalam keterangannya yang dikutip Kompas.com pada Selasa (18/8/2026).
"Sudah tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Meski tidak ada laporan, tim Basarnas, tim gabungan Basarnas, tetap melakukan upaya-upaya pencarian dan tetap menurunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," kata Berton.
Berdasarkan data terbaru BNPB hingga Senin (17/8/2026), korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten di NTT. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban terbanyak dengan 26 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 24 jiwa dan Nagekeo delapan jiwa. Sementara itu, Kabupaten Sikka tercatat empat korban, sedangkan Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing dua jiwa.
Berton mengatakan BNPB masih memantau perkembangan jumlah korban di wilayah terdampak gempa. Pembaruan data akan disampaikan apabila terdapat temuan atau perubahan jumlah korban. Ia juga berharap tidak ada lagi penambahan korban meninggal maupun luka-luka akibat bencana tersebut.
"Kami selalu berharap dan berdoa agar tidak ada lagi ketambahan dari jiwa yang meninggal maupun yang luka-luka," ucap Berton.
Selain pencarian dan pendataan korban, pemerintah juga mempercepat distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa NTT. Pengiriman bantuan dilakukan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) Halim Perdanakusuma sejak Sabtu (15/8/2026). BNPB bersama pemerintah, TNI, dan mitra kemanusiaan mengerahkan pesawat angkut berat TNI AU untuk mendukung pengiriman bantuan.
BNPB mencatat sebanyak tujuh sortie penerbangan dilakukan selama 15–17 Agustus 2026. Dari operasi tersebut, total 101.494 kilogram logistik telah dikirim ke sejumlah wilayah terdampak di NTT. Distribusi bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan bencana sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak gempa.
Next News

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 7 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 5 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 5 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 4 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
15 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
16 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
18 hours ago

Kebakaran Kos dan Fotokopi di Tebet Tewaskan Empat Orang
18 hours ago

Pengemudi Outlander Diduga Mabuk Tabrak Dua Kendaraan di Surabaya, Satu Orang Tewas
19 hours ago

Rekening Donasi Demo Pati Diblokir Mandiri, YLBHI Sebut Tindakan Melanggar Hukum
20 hours ago





