Kamis, 11 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Sempat Mandek, Menteri PU Bongkar Praktik Tak Terpuji di Proyek Sekolah Rakyat Banyumas

Admin WGM - Saturday, 23 May 2026 | 11:00 AM

Background
Sempat Mandek, Menteri PU Bongkar Praktik Tak Terpuji di Proyek Sekolah Rakyat Banyumas
WIKA Optimalkan Penyelesaian Konstruksi Sekolah Rakyat Banyumas (radarikn.id /)

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku kontraktor utama terus mengoptimalkan sisa waktu pengerjaan guna menyelesaikan proyek pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Banyumas di Jawa Tengah. Langkah percepatan ini diambil menyusul adanya instruksi langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar fasilitas pendidikan tersebut dapat rampung secara fungsional tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan, yaitu pada bulan Juni 2026 mendatang.

Sebelum memasuki fase percepatan fisik ini, jalannya pembangunan proyek infrastruktur pendidikan tersebut dilaporkan sempat mengalami penundaan serta mandek dalam kurun waktu yang cukup lama. Terbengkalainya proyek tersebut memicu gelombang pertanyaan dari masyarakat setempat yang sangat membutuhkan kehadiran sarana belajar yang memadai bagi anak-anak di wilayah Kabupaten Banyumas.

Merespons polemik tersebut, Menteri Pekerjaan Umum akhirnya buka suara dan membongkar secara gamblang penyebab utama di balik berhentinya aktivitas konstruksi di lapangan. Dalam keterangan resminya, Menteri PU mengungkapkan adanya indikasi kuat mengenai praktik-praktik tidak terpuji dan pelanggaran prosedur administratif yang dilakukan oleh oknum pelaksana internal di lingkup proyek pada periode kepengurusan sebelumnya. Pelanggaran tersebut berdampak langsung pada terhambatnya aliran dana operasional serta penurunan standar kualitas material bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi awal di dalam dokumen kontrak kerja.

Temuan penyelewengan tersebut kini telah ditindaklanjuti secara tegas melalui jalur hukum dan reformasi manajemen di tubuh tim pelaksana lapangan. Pihak Kementerian PU menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan anggaran yang merugikan keuangan negara serta mengorbankan kepentingan fasilitas publik seperti sektor pendidikan rakyat.

Menindaklanjuti arahan pembersihan dan percepatan tersebut, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU bersama dengan tim manajemen baru dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk langsung melakukan langkah penataan ulang (restrukturisasi) kerja di area tapak proyek. WIKA kini fokus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, mulai dari pengerahan tenaga kerja tambahan, penerapan sistem kerja bergilir (shift) selama 24 jam, hingga pemenuhan pasokan material struktural yang bermutu tinggi untuk mengejar keterlambatan progres yang sempat terjadi.

Hingga pekan keempat Mei 2026, kemajuan fisik bangunan dilaporkan telah menunjukkan tren positif yang signifikan dan mulai memasuki tahapan penyelesaian akhir (finishing), yang meliputi instalasi mekanikal, elektrikal, tata ruang kelas, serta penataan area luar sekolah. Kerja sama yang solid antara institusi Ditjen Cipta Karya dan emiten BUMN konstruksi ini diharapkan mampu memulihkan kembali kepercayaan publik.

Penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas pada Juni 2026 ini diproyeksikan akan langsung diserahterimakan kepada pemerintah daerah setempat agar dapat segera digunakan pada tahun ajaran baru. Langkah tegas Kementerian PU dalam membongkar praktik tidak terpuji serta komitmen pengerjaan ulang yang profesional oleh WIKA menjadi momentum penting bahwa pembangunan infrastruktur nasional harus berjalan di atas fondasi tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi penuh pada asas manfaat bagi hajat hidup masyarakat luas.