Selasa, 28 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Selat Hormuz Ditutup! AS Resmi Serang Iran Pasca Ultimatum Militer Donald Trump Diabaikan

Admin WGM - Monday, 13 July 2026 | 12:30 PM

Background
Selat Hormuz Ditutup! AS Resmi Serang Iran Pasca Ultimatum Militer Donald Trump Diabaikan
Serangan Balasan Jet Tempur AS Hantam Pesisir Strategis Iran (detikNews /)

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali eskalasi setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan militer balasan secara langsung ke wilayah Iran. Tindakan tegas Washington ini dipicu oleh aksi penembakan terhadap kapal niaga milik sekutu serta penutupan sepihak Selat Hormuz yang dilakukan oleh militer Iran.

Konflik bersenjata yang kian memanas antara kedua negara ini langsung memberikan dampak sistemik yang sangat luas terhadap stabilitas global. Setidaknya ada enam hal krusial yang langsung terimbas secara signifikan, mulai dari lonjakan harga minyak mentah dunia hingga kekacauan jalur logistik internasional.

Sebelum serangan balasan tersebut pecah, Presiden AS Donald Trump dilaporkan sempat melayangkan ultimatum keras dan terbuka kepada Teheran. Trump memberikan pilihan mutlak kepada pemerintah Iran untuk segera menyepakati perjanjian diplomatik baru atau menghadapi konsekuensi aksi militer penuh dari Amerika Serikat.

Penolakan Iran terhadap ultimatum tersebut berujung pada pengerahan jet tempur dan rudal canggih AS untuk menghancurkan sejumlah titik strategis pertahanan pantai mereka. Langkah ini diambil guna membuka kembali akses pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi jalur urat nadi distribusi energi dunia.

Sejumlah analis hubungan internasional mengkhawatirkan konflik ini akan meluas menjadi perang terbuka yang melibatkan kekuatan regional lainnya. Dampak ekonomi global akibat saling serang terbaru ini diprediksi akan memicu inflasi tinggi di berbagai negara sekutu maupun berkembang.

Kini, dewan keamanan internasional tengah berupaya keras menginisiasi gencatan senjata darurat guna mencegah jatuhnya korban sipil yang lebih banyak. Namun, kedua belah pihak tampaknya masih bersikeras mempertahankan posisi militer mereka di sepanjang wilayah perairan Teluk Oman.