Minggu, 26 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Satu Nyawa Melayang Sia-sia: Luka Parah Bertubi-tubi Akhiri Hidup Pemuda Pekalongan

Admin WGM - Friday, 17 July 2026 | 05:17 PM

Background
Satu Nyawa Melayang Sia-sia: Luka Parah Bertubi-tubi Akhiri Hidup Pemuda Pekalongan
ronologi pembunuhan terekam CCTV Pekalongan (Radar Pekalongan /)

Ketenangan sore di sudut Kota Pekalongan seketika pecah oleh jerit histeris warga dan genangan darah di jalanan. Sebuah tragedi kemanusiaan yang teramat memilukan kembali terjadi, merenggut paksa hak hidup seseorang hanya karena hilangnya kendali diri. M. Zuhri (45), seorang warga Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 17 Juli 2026 pagi. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta menjadi luka sosial bagi masyarakat sekitar yang menyaksikan betapa murahnya harga sebuah nyawa di tangan pelaku kejahatan jalanan yang brutal.

Peristiwa mengerikan ini bermula pada Kamis sore, 16 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga setempat yang kemudian beredar luas, korban dan pelaku awalnya terlibat dalam sebuah perdebatan sengit. Pelaku yang belakangan diketahui berinisial MRF (31) saat itu tengah berada di bawah pengaruh minuman keras. Pengaruh alkohol tersebut tampaknya mengikis habis akal sehatnya. Cekcok mulut yang semula biasa saja dengan cepat memanas hingga memicu kemarahan gelap mata dari pihak pelaku.

Tanpa belas kasih, MRF langsung mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban secara membabi buta. Sabetan dan tusukan bertubi-tubi bersarang di tubuh korban yang saat itu tidak sempat menyelamatkan diri. Serangan brutal tersebut mengakibatkan korban menderita luka robek yang sangat fatal di bagian perut selebar 10 sentimeter serta luka sayatan dalam di pelipis kanan. Tubuh korban yang bersimbah darah langsung ambruk ke aspal, sementara pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP), meninggalkan ketakutan yang mencekam di tengah pemukiman warga.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera melarikan korban yang sudah dalam kondisi kritis ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan. Tim medis langsung bergerak cepat dengan melakukan operasi darurat guna menghentikan pendarahan dan menjahit luka-luka robek yang diderita korban. Korban pun dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pemantauan intensif pasca-operasi. Namun, takdir berkata lain. Setelah berjuang melewati masa-masa kritisnya selama belasan jam, tubuh korban tidak lagi mampu bertahan akibat volume pendarahan hebat yang terlalu banyak, hingga ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi.

Di sisi lain, jajaran Satreskrim Polres Pekalongan Kota menunjukkan respons yang sangat cepat dalam menangani kasus ini. Berbekal petunjuk dari rekaman CCTV dan keterangan para saksi di lokasi kejadian, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku. Tidak butuh waktu lama, pada Kamis sore itu juga, MRF berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti. Pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota bersama sejumlah barang bukti untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Tragedi ini menjadi refleksi kelam mengenai bahaya minuman keras serta urgensi pemeliharaan keamanan lingkungan yang lebih ketat demi mencegah hilangnya nyawa secara sia-sia.