Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN di Tengah Menurunnya Peminat PTS
Admin WGM - Wednesday, 10 June 2026 | 10:54 AM


Komisi X DPR RI menyoroti terus menurunnya jumlah pendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS) daerah dan mendorong evaluasi terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian karena berdampak pada keberlangsungan banyak kampus swasta di Indonesia.
Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana, menyambut baik dorongan tersebut. Menurutnya, persoalan berkurangnya mahasiswa baru memang tengah menjadi tantangan serius yang dihadapi banyak PTS.
Ia mengungkapkan bahwa penurunan jumlah pendaftar tidak hanya dialami kampus-kampus kecil atau perguruan tinggi di daerah tertentu. Sejumlah program studi di Universitas Sanata Dharma, termasuk jurusan yang selama ini dikenal sebagai program unggulan, juga mulai mengalami penurunan peminat.
Menurut Bagus, terdapat berbagai faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Namun, ia menilai sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi salah satu faktor utama yang berdampak pada berkurangnya jumlah mahasiswa baru di PTS.
Ia menyoroti mekanisme penerimaan mahasiswa yang berlangsung dalam beberapa jalur dan berlangsung cukup panjang. Kondisi itu dinilai membuat banyak calon mahasiswa lebih memilih menunggu hasil seleksi PTN dibanding segera mendaftar ke kampus swasta.
Karena itu, ia mendukung wacana pembaruan sistem penerimaan mahasiswa baru, termasuk pengaturan kuota jalur mandiri di PTN serta penataan jadwal seleksi agar tidak berlangsung terlalu lama dan berdampak pada proses penerimaan mahasiswa di PTS.
Bagus juga menilai aspirasi yang selama ini disampaikan berbagai perguruan tinggi swasta terkait persoalan tersebut belum mendapat respons yang memadai. Menurutnya, pemerintah perlu menunjukkan langkah yang lebih tegas dan konkret untuk menciptakan sistem penerimaan mahasiswa yang lebih adil bagi seluruh perguruan tinggi.
Selain membenahi mekanisme penerimaan mahasiswa baru, ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pendanaan perguruan tinggi negeri. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih baik, PTN diharapkan tidak perlu terus memperluas kapasitas penerimaan mahasiswa atau membuka program studi baru semata-mata untuk memenuhi kebutuhan finansial.
Di sisi lain, keberlangsungan perguruan tinggi swasta juga dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar. Dukungan yang dibutuhkan antara lain berupa bantuan pengembangan institusi, subsidi pendidikan, serta kemudahan dalam membuka program studi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Menurut Bagus, kebijakan pembatasan pembukaan program studi baru perlu diterapkan secara lebih proporsional. Ia berharap pemerintah dapat menciptakan iklim pendidikan tinggi yang lebih seimbang sehingga PTN dan PTS memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Next News

Isu Menkeu Baru Menguat, Chatib Basri dan Budi Gunadi Merapat ke Prabowo!
in 6 hours

Siap-Siap Cek RDN! Dividen Jumbo Rp1.447 per Saham Bakal Cair dalam Waktu Dekat
in 5 hours

Biar Gak Kusam dan Keropos, Ini 5 Cara Merawat Lantai Parquet Kayu Rumah Kamu
in 7 hours

Siswa SD di Sukabumi Gagal Selesaikan OSN Akibat Listrik Padam, Tangisnya Viral di Media Sosial
in 4 hours

Viral, Ibu Pemilik Mobil Baru Lawan Debt Collector yang Diduga Salah Sasaran
in 4 hours

Ekspor Listrik ke Singapura Belum Bisa Dimulai Tahun Ini
in 4 hours

Nilai TKA SMP Kabupaten Pekalongan Lampaui Rata-Rata Nasional, Namun Masih Peringkat 26 di Jawa Tengah
in 4 hours

Siap-Siap Merogoh Kocek! Harga Pertamax Resmi Naik Rp16.250 per Liter Hari Ini
in 2 hours

Rupiah Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Produsen Tempe Menjerit
14 hours ago

Investor Dapur MBG di Wilayah 3T Datangi Kantor BGN, Tuntut Kejelasan Operasional Proyek
15 hours ago





