Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
Economy

Pelemahan Rupiah Dinilai Bisa Dorong Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia

Admin WGM - Saturday, 06 June 2026 | 12:02 PM

Background
Pelemahan Rupiah Dinilai Bisa Dorong Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia
Dampak Rupiah Melemah Wisatawan Asing Diprediksi Melonjak ke Indonesia (Laman Republika/)

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing tidak selalu dipandang sebagai kabar buruk bagi perekonomian nasional. Di sektor pariwisata, kondisi tersebut justru dinilai dapat membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Indonesia.

Ketika rupiah mengalami pelemahan, biaya yang harus dikeluarkan wisatawan asing selama berada di Indonesia menjadi relatif lebih murah. Situasi ini membuat daya beli wisatawan dari luar negeri meningkat sehingga mereka berpotensi mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk kebutuhan selama berlibur.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Maulana Yusran, menilai dampak penguatan mata uang asing terhadap rupiah perlu dilihat dari berbagai sudut pandang. Menurutnya, selain memberikan tantangan pada sejumlah sektor ekonomi, kondisi tersebut juga dapat menghadirkan peluang bagi industri pariwisata.

Ia menjelaskan bahwa wisatawan dari negara yang memiliki mata uang lebih kuat dibanding rupiah akan memperoleh keuntungan lebih besar ketika berbelanja atau menggunakan berbagai layanan wisata di Indonesia. Dengan biaya yang lebih kompetitif, Indonesia berpotensi menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman liburan dengan pengeluaran yang lebih efisien.

Peningkatan daya beli tersebut dapat berdampak pada bertambahnya aktivitas wisata, mulai dari kunjungan ke destinasi populer, penggunaan jasa transportasi, hingga konsumsi produk dan layanan yang disediakan pelaku usaha pariwisata lokal.

Selain faktor nilai tukar, perkembangan tren perjalanan internasional juga turut memengaruhi pilihan wisatawan dalam menentukan destinasi liburan. Dalam beberapa tahun terakhir, biaya perjalanan jarak jauh cenderung mengalami peningkatan, sehingga banyak wisatawan mulai mempertimbangkan lokasi yang lebih dekat dengan negara asal mereka.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia, khususnya dalam menarik wisatawan dari kawasan regional. Negara-negara tetangga yang memiliki akses penerbangan relatif dekat berpotensi menjadi sumber pasar wisata yang semakin besar di tengah meningkatnya biaya perjalanan global.

Dengan kombinasi harga yang lebih kompetitif dan lokasi yang strategis, Indonesia memiliki peluang untuk menarik wisatawan yang sebelumnya mempertimbangkan berlibur ke destinasi yang lebih jauh. Situasi ini dapat memberikan tambahan pasar bagi industri pariwisata nasional sekaligus mendukung pemulihan dan pertumbuhan sektor tersebut.

Meski demikian, pelaku industri mengingatkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan tidak otomatis memberikan dampak maksimal bagi seluruh sektor usaha pariwisata. Salah satu tantangan yang masih menjadi perhatian adalah keberadaan akomodasi nonformal yang belum sepenuhnya terdata dalam ekosistem industri pariwisata.

Menurut pelaku usaha, tidak semua wisatawan yang datang ke Indonesia memilih menginap di hotel atau penginapan resmi. Sebagian wisatawan menggunakan alternatif akomodasi lain yang berada di luar sektor perhotelan formal.

Karena itu, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan perlu diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh pelaku usaha pariwisata resmi, termasuk hotel, restoran, penyedia jasa wisata, dan sektor pendukung lainnya.

Di tengah tantangan tersebut, pelemahan rupiah tetap dipandang sebagai salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata internasional. Jika didukung promosi yang tepat serta peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata regional maupun global.

Pelaku industri berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal agar sektor pariwisata tidak hanya mengalami peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat di daerah tujuan wisata.