Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
Economy

Mendag Buka Peluang Sistem Barter dengan Filipina untuk Kurangi Dampak Pelemahan Rupiah

Admin WGM - Saturday, 06 June 2026 | 12:20 PM

Background
Mendag Buka Peluang Sistem Barter dengan Filipina untuk Kurangi Dampak Pelemahan Rupiah
Mendag Siapkan Skema Barter (KONTAN/)

Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) mendorong pemerintah mencari berbagai alternatif guna menjaga stabilitas perdagangan. Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah penerapan sistem barter dengan negara mitra dagang, termasuk Filipina.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa gagasan tersebut muncul setelah pertemuannya dengan pelaku usaha dari Filipina dalam agenda ASEAN beberapa waktu lalu. Menurutnya, tekanan terhadap nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dirasakan oleh Filipina.

Dalam pertemuan tersebut, muncul pembahasan mengenai kemungkinan menggunakan skema barter sebagai alternatif transaksi perdagangan. Langkah ini dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak fluktuasi nilai tukar terhadap aktivitas ekspor dan impor kedua negara.

Budi menjelaskan bahwa rencana tersebut kini telah memasuki tahap persiapan. Pemerintah disebut telah menemukan mitra pembeli yang akan terlibat dalam kerja sama tersebut dan proses penandatanganan kontrak dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni 2026.

Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengungkapkan secara rinci komoditas apa saja yang akan diperdagangkan melalui mekanisme barter tersebut. Informasi mengenai jenis barang yang akan masuk dalam skema kerja sama masih menunggu proses finalisasi.

Di tengah pelemahan rupiah, kenaikan harga barang impor menjadi salah satu perhatian utama. Penguatan dolar AS berpotensi meningkatkan biaya impor berbagai kebutuhan, mulai dari bahan baku industri, pupuk, kedelai, hingga suku cadang yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Menanggapi kondisi tersebut, Budi memastikan bahwa ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar domestik masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap arus impor bahan baku sekaligus berkoordinasi dengan para pelaku industri untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Menurutnya, langkah pengawasan tersebut penting agar pelemahan nilai tukar tidak mengganggu proses produksi maupun distribusi barang yang dibutuhkan masyarakat dan dunia usaha.

Meski rupiah mengalami tekanan, Budi menilai kinerja perdagangan Indonesia secara keseluruhan masih menunjukkan kondisi yang positif. Ia menyebut aktivitas ekspor nasional masih mencatat pertumbuhan yang cukup baik di tengah tantangan ekonomi global.

Data yang dimiliki pemerintah menunjukkan bahwa ekspor Indonesia masih tumbuh sebesar 5,48 persen secara tahunan. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa daya saing produk Indonesia di pasar internasional masih tetap terjaga.

Pemerintah berharap berbagai langkah antisipatif, termasuk penjajakan sistem barter dengan negara mitra, dapat membantu menjaga stabilitas perdagangan nasional sekaligus mengurangi dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian dalam negeri.