Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Nilai TKA SMP Kabupaten Pekalongan Lampaui Rata-Rata Nasional, Namun Masih Peringkat 26 di Jawa Tengah

Admin WGM - Wednesday, 10 June 2026 | 10:51 AM

Background
Nilai TKA SMP Kabupaten Pekalongan Lampaui Rata-Rata Nasional, Namun Masih Peringkat 26 di Jawa Tengah
Tes Kemampuan Akademik (Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan /)

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP Tahun Ajaran 2025/2026 di Kabupaten Pekalongan menunjukkan capaian yang cukup positif. Rata-rata nilai siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika berhasil melampaui rata-rata nasional, meskipun secara peringkat daerah ini masih berada di urutan ke-26 se-Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menyampaikan bahwa capaian siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai rata-rata 62,57. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada level 60,17.

Sementara itu, hasil pada mata pelajaran Matematika juga menunjukkan performa yang cukup baik. Rata-rata nilai siswa SMP di Kabupaten Pekalongan tercatat sebesar 43,95, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 43,44.

Meski demikian, capaian tersebut belum mampu mendongkrak posisi Kabupaten Pekalongan di tingkat provinsi. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, Kabupaten Pekalongan masih menempati peringkat ke-26 di Jawa Tengah.

Menurut Kholid, hasil tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di masa mendatang. Ia menilai data yang diperoleh dari TKA dapat menjadi acuan penting dalam menyusun strategi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan berencana melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang capaian akademiknya masih belum optimal. Program pendampingan akan diperkuat dengan melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) guna membantu meningkatkan kompetensi siswa.

Pendampingan tersebut nantinya dapat dilakukan melalui berbagai program, seperti tambahan jam belajar, kegiatan ekstrakurikuler akademik, hingga pembelajaran khusus bagi siswa yang membutuhkan perhatian lebih. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar pada pelaksanaan TKA berikutnya.

Selain fokus pada siswa, peningkatan kualitas proses pembelajaran oleh guru juga menjadi perhatian utama. Dinas Pendidikan berupaya memberikan ruang yang lebih besar bagi guru, khususnya yang mengajar kelas IX, agar dapat lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar.

Kholid juga menyoroti penggunaan telepon genggam yang dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsentrasi belajar siswa. Menurutnya, penggunaan gawai dapat memberikan manfaat jika dimanfaatkan untuk kegiatan edukatif, namun berpotensi mengganggu proses belajar apabila digunakan secara berlebihan dan tanpa pengawasan.

Di sisi lain, dukungan orang tua dinilai memiliki peran penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Keterlibatan keluarga dalam mendampingi kegiatan belajar, termasuk saat mengikuti program tambahan di luar jam sekolah, menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang peningkatan prestasi akademik siswa.

Dengan adanya data dan pemetaan yang lebih jelas, Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan optimistis kualitas pendidikan di daerah tersebut dapat terus meningkat. Hasil TKA tahun ini diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan berbagai perbaikan sehingga capaian siswa pada tahun-tahun mendatang bisa lebih baik, baik dari sisi nilai maupun peringkat di tingkat Jawa Tengah.