Purbaya Soroti Dugaan Transaksi Dolar di Pelabuhan, Tegaskan Wajib Gunakan Rupiah
Admin WGM - Monday, 08 June 2026 | 10:29 AM


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh transaksi yang berlangsung di wilayah Indonesia, termasuk di kawasan pelabuhan bongkar muat, wajib menggunakan mata uang rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan praktik transaksi yang masih menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).
Purbaya menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Ia meminta masyarakat melaporkan kepada Kementerian Keuangan apabila menemukan bukti adanya transaksi dalam negeri yang menggunakan mata uang asing.
Menurut Purbaya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh persepsi negatif yang berkembang di masyarakat. Padahal, ia menilai sejumlah indikator fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang relatif baik.
Ia menjelaskan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga dan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan positif. Pertumbuhan ekonomi juga dinilai masih cukup kuat dengan berbagai kegiatan ekonomi yang terus berlangsung di berbagai sektor.
Meski demikian, berbagai narasi negatif mengenai kondisi perekonomian dinilai turut memengaruhi sentimen pasar dan masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan masih berada di level tinggi terhadap dolar AS.
Dugaan penggunaan dolar dalam transaksi domestik menjadi perhatian karena muncul di tengah pelemahan rupiah. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, rupiah tercatat menguat tipis, namun masih bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar AS, yang menjadi salah satu level psikologis penting bagi pasar keuangan.
Di sisi lain, indeks dolar AS masih bertahan pada level yang relatif tinggi meskipun mengalami sedikit pelemahan, sementara harga minyak mentah dunia juga masih berada di atas asumsi yang digunakan pemerintah dalam penyusunan APBN sehingga turut menjadi faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi dan pergerakan nilai tukar.
Meski rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini berada di atas asumsi yang ditetapkan dalam APBN, pemerintah hingga kini belum berencana melakukan revisi terhadap target nilai tukar tersebut. Pemerintah juga terus memantau perkembangan pasar keuangan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Next News

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in 7 hours

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
in 3 hours

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
14 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
18 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
21 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
3 days ago


