Kamis, 11 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pungli Rp36,6 Miliar Kasus Silmy Karim Ternyata Mengalir ke Rekening OB dan Cleaning Service!

Admin WGM - Sunday, 07 June 2026 | 08:40 AM

Background
Pungli Rp36,6 Miliar Kasus Silmy Karim Ternyata Mengalir ke Rekening OB dan Cleaning Service!
Silmy Karim (Wartasiber /)

Pengusutan kasus dugaan pemerasan dan pungutan liar (pungli) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyeret nama Silmy Karim terus bergulir dan mengungkap berbagai fakta baru yang mencengangkan publik. Praktik rasuah yang memanfaatkan celah pengurusan dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing (WNA) ini disinyalir telah berlangsung secara masif dan terstruktur.

Berdasarkan hasil investigasi mendalam dari pihak berwenang, terungkap rincian mengenai nominal resmi serta biaya tambahan ilegal yang ditarifkan dalam pengurusan izin tinggal WNA di kantor imigrasi. Kasus ini menyoroti bagaimana prosedur birokrasi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi yang sangat besar melalui skema layanan jalur cepat.

Dalam pelaksanaannya, oknum yang terlibat diduga mematok tarif khusus demi mempercepat proses pengurusan izin tinggal bagi para warga asing yang berada di Indonesia. Untuk setiap dokumen izin tinggal WNA yang ingin diselesaikan melalui jalur kilat atau dipercepat, oknum tersebut menetapkan biaya tambahan ilegal sebesar Rp1,5 juta per WNA. Keberadaan tarif tidak resmi inilah yang kemudian mengakumulasikan dana pungli dalam jumlah yang luar biasa besar.

Secara akumulatif, nilai pungli yang berhasil dikumpulkan dalam skandal di lingkungan imigrasi ini dilaporkan mencapai angka Rp36,6 miliar. Fakta yang tidak kalah mengejutkan dari kasus ini adalah modus operandi yang digunakan untuk menyamarkan aliran dana ilegal tersebut. Pihak penyidik menemukan bahwa uang hasil pungli senilai puluhan miliar rupiah itu ternyata ditampung dan dialirkan melalui rekening-rekening milik pegawai rendahan, yakni office boy (OB) dan petugas kebersihan (cleaning service). Modus ini sengaja digunakan untuk menghindari kecurigaan dan deteksi dari sistem pengawasan keuangan internal maupun eksternal.

Seiring dengan meningkatnya status penanganan kasus pemerasan ini, aparat penegak hukum bergerak cepat melakukan tindakan penyitaan terhadap aset-aset yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi tersebut. Upaya paksa penggeledahan dilakukan secara menyeluruh di kediaman pribadi milik Silmy Karim.

Dari hasil penggeledahan di rumah Silmy Karim, petugas menyita dan mengangkut sejumlah kendaraan mewah yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Beberapa aset mewah yang berhasil diamankan dan disita oleh petugas di antaranya adalah mobil sport mewah merek Porsche, serta kendaraan roda dua kelas atas berupa sepeda motor gede (moge) bermerek Harley-Davidson dan Ducati. Seluruh kendaraan mewah tersebut kini telah diangkut oleh penyidik sebagai barang bukti dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti baru terus dioptimalkan oleh pihak penegak hukum. Pengungkapan kasus pemerasan di imigrasi ini menjadi perhatian serius, mengingat sektor keimigrasian merupakan gerbang utama pelayanan publik bagi warga asing yang berdampak langsung pada citra institusi penegak hukum serta wibawa pemerintahan di mata internasional. Penyelidikan masih terus dikembangkan guna mengidentifikasi keterlibatan pihak-pihak lain dalam pusaran aliran dana miliaran rupiah tersebut.