Jumat, 12 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat Sepi Wisatawan, Hotel dan Maskapai Gagal Raup Lonjakan Penumpang

Admin WGM - Friday, 12 June 2026 | 07:30 PM

Background
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat Sepi Wisatawan, Hotel dan Maskapai Gagal Raup Lonjakan Penumpang
(sport.fin.co.id/)

Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, ternyata belum mampu memberikan efek ekonomi sebesar yang diharapkan bagi sektor pariwisata dan transportasi Amerika Serikat. Sejumlah hotel dan maskapai penerbangan dilaporkan belum merasakan lonjakan permintaan yang biasanya terjadi saat ajang olahraga berskala global berlangsung.

Padahal sebelum turnamen dimulai, banyak pelaku industri memperkirakan Piala Dunia akan mendatangkan jutaan wisatawan internasional dan mendorong peningkatan okupansi hotel, pemesanan tiket pesawat, hingga konsumsi masyarakat di kota-kota tuan rumah. Namun, data awal menunjukkan peningkatan tersebut belum terjadi secara signifikan.

Beberapa analis industri perjalanan menilai kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah tingginya biaya perjalanan dan akomodasi di Amerika Serikat yang membuat sebagian penggemar memilih menonton pertandingan dari negara asal atau hanya datang untuk laga-laga tertentu. Selain itu, penyelenggaraan turnamen yang tersebar di tiga negara membuat arus wisatawan tidak terkonsentrasi pada satu wilayah seperti edisi-edisi sebelumnya.

Laporan dari sejumlah perusahaan pemantau industri perjalanan menunjukkan tingkat pemesanan hotel di beberapa kota tuan rumah memang mengalami kenaikan, tetapi angkanya masih berada di bawah ekspektasi awal. Bahkan, beberapa hotel yang sebelumnya menaikkan tarif kamar secara agresif menjelang Piala Dunia terpaksa melakukan penyesuaian harga untuk menarik lebih banyak tamu.

Kondisi serupa juga dirasakan sektor penerbangan. Maskapai yang semula berharap memperoleh keuntungan besar dari peningkatan jumlah penumpang internasional ternyata belum melihat lonjakan signifikan. Sejumlah penerbangan tambahan yang disiapkan untuk mengantisipasi tingginya permintaan bahkan belum terisi penuh.

Pengamat ekonomi olahraga menilai fenomena ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi sebuah ajang olahraga besar tidak selalu langsung terasa. Banyak wisatawan yang memilih melakukan perjalanan secara lebih selektif karena mempertimbangkan kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, hingga biaya hidup yang meningkat di berbagai negara.

Meski demikian, pelaku industri masih optimistis situasi dapat berubah seiring berjalannya turnamen. Pertandingan fase gugur dan laga-laga yang melibatkan tim-tim unggulan diperkirakan akan menarik lebih banyak pengunjung, terutama wisatawan internasional yang memutuskan bepergian pada menit-menit terakhir.

Selain itu, manfaat ekonomi Piala Dunia tidak hanya berasal dari sektor hotel dan penerbangan. Restoran, pusat perbelanjaan, layanan transportasi lokal, hingga industri hiburan diperkirakan tetap akan merasakan dampak positif selama turnamen berlangsung hingga Juli 2026.

Bagi Amerika Serikat, Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang penting untuk memperkuat citra sebagai destinasi olahraga global. Meskipun keuntungan jangka pendek bagi hotel dan maskapai belum sesuai harapan, penyelenggaraan turnamen ini masih berpotensi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang melalui peningkatan promosi pariwisata, investasi, dan kunjungan wisatawan di masa mendatang.