Chef Arnold Mundur dari Program MBG, Sebut Pelaksanaan di Daerah 3T Terlalu Kompleks
Admin WGM - Friday, 12 June 2026 | 06:00 PM


Chef Arnold Poernomo memutuskan untuk mengundurkan diri dari keterlibatannya sebagai penyusun petunjuk teknis (juknis) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan tersebut disampaikan langsung melalui media sosial pribadinya dan menjadi perhatian publik mengingat program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Dalam keterangannya, Chef Arnold mengaku telah terlibat dalam penyusunan konsep dan standar pelaksanaan program tersebut sejak tahap awal. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menilai implementasi program di lapangan jauh lebih rumit dibandingkan yang dibayangkan, terutama untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Tantangan logistik, distribusi bahan pangan, hingga kesiapan infrastruktur menjadi beberapa kendala yang harus dihadapi.
Menurut Arnold, pelaksanaan program berskala nasional membutuhkan koordinasi lintas sektor yang sangat kompleks. Ia menilai keahliannya di bidang kuliner dan pengembangan menu belum tentu cukup untuk menjawab seluruh tantangan yang muncul dalam implementasi program di berbagai daerah dengan kondisi geografis yang berbeda-beda.
Meski memilih mundur, Arnold menegaskan dirinya tetap mendukung tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, merupakan langkah penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Keputusannya lebih didasarkan pada pertimbangan profesional agar program dapat ditangani oleh pihak yang memiliki kapasitas dan sumber daya yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program nasional yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pelayanan pemenuhan gizi, hingga pelaku usaha lokal yang berperan dalam penyediaan bahan makanan. Implementasi program di berbagai wilayah memerlukan sistem distribusi yang efektif untuk memastikan makanan dapat diterima tepat waktu dan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
Keputusan Chef Arnold mundur memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai langkah tersebut menunjukkan sikap realistis dalam melihat tantangan program, sementara yang lain berharap pengalaman dan masukan yang telah diberikan Arnold selama proses penyusunan tetap dapat menjadi bagian dari pengembangan program ke depan.
Terlepas dari keputusan tersebut, pemerintah melalui lembaga terkait terus melanjutkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat. Tantangan yang muncul dalam implementasi di berbagai daerah diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.
Next News

Batas Kecepatan Berkendara di Jalan Raya, Sudah Tahu Aturannya?
in 5 hours

Massa Aksi Dialihkan ke DPR, Ribuan Personel Gabungan Disiagakan
7 hours ago

Hadapi Ancaman Demo Reformasi Jilid II, Kapolri, BIN, dan Istana Pilih Pendekatan Persuasif
in 34 minutes

Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
26 minutes ago

Pemotor Tanpa Pelat Nomor Dimintai Pertanggungjawaban Usai Diduga Serempet Bus TransJakarta
in 2 hours

Aksi Pencurian Kotak Amal di Masjid Terekam CCTV, Pelaku Diduga Pura-Pura Salat
in an hour

Koperasi Merah Putih Wates Akui Pembeli Mulai Sepi Setelah Hampir Sebulan Beroperasi
in 4 minutes

Pemprov Jateng Siapkan Rp37,1 Miliar untuk Betonisasi Jalan Jepara–Keling
an hour ago

Purbaya Tanggapi Ajakan Beralih ke Pertalite Usai Harga Pertamax Naik
2 hours ago

Berkendara Tanpa Helm Bisa Kena Denda dan Kurungan, Masih Mau Abaikan Keselamatan?
19 hours ago





