Pesan Menohok Mahfud MD di KUII: Ormas Islam Jangan Cuma Amar Ma'ruf, Tapi Lupa Nahi Munkar
Admin WGM - Monday, 27 July 2026 | 05:00 PM


Pernyataan mendalam disampaikan oleh Mahfud MD mengenai asas kebangsaan yang menegaskan bahwa Indonesia bukan negara Islam, melainkan negara islami yang berdiri atas kompromi luhur. Konsep ini menjelaskan bahwa nilai-nilai keislaman seperti keadilan, kemanusiaan, dan kedamaian telah menyatu secara harmonis dalam fondasi Pancasila serta UUD 1945.
Dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII), Prof. Mahfud MD menguraikan bahwa substansi ajaran Islam dapat diterapkan secara fleksibel tanpa harus formalisasi simbol agama dalam struktur negara. Pendekatan ini terbukti berhasil menjaga persatuan bangsa yang amat beragam di tengah kemajemukan suku, budaya, dan keyakinan di seluruh pelosok Nusantara.
Selain menegaskan nilai islami dalam bernegara, Mahfud MD juga memberikan sorotan tajam serta pesan krusial kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Tanah Air. Beliau mengingatkan agar ormas Islam tidak hanya sibuk mendengungkan ajakan kebaikan (amar ma'ruf), tetapi kerap melupakan pencegahan kejahatan (nahi munkar).
Keseimbangan antara amar ma'ruf dan nahi munkar dinilai sangat vital guna menciptakan tatanan sosial masyarakat yang berintegritas dan bebas dari praktik kezaliman. Ormas Islam diharapkan dapat hadir secara vokal dan berani dalam memberantas berbagai bentuk korupsi, ketidakadilan, serta pelanggaran hukum di tengah masyarakat.
Prinsip dasar bernegara yang berlandaskan kompromi politik para pendiri bangsa ini menjadi warisan sejarah yang wajib dijaga oleh seluruh generasi penerus. Pancasila terbukti menjadi wadah pemersatu yang merangkul semua elemen tanpa mengesampingkan nilai-nilai religiusitas universal.
Pesan dan imbauan yang disampaikan oleh pakar hukum tata negara ini diharapkan mampu mengungkit kesadaran kolektif dari segenap elemen ormas Islam di Indonesia. Peran aktif ormas sangat dibutuhkan sebagai pengawal moral serta pendorong terciptanya keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat.
Sinergi antara pemahaman negara yang islami dan penegakan nahi munkar secara konsisten akan memperkokoh ketahanan nasional Indonesia di masa depan. Bangsa Indonesia dapat terus maju sebagai negara modern yang tetap menjunjung tinggi peradaban serta nilai-nilai keagamaan yang teduh dan inklusif.
Next News

Terlibat Peredaran Gelap Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim
in 3 hours

Dituduh Maling Ayam Berujung Ajal: Ironi Aksi Brutal Warga di Tengah Pudarnya Rasa Kemanusiaan
in 2 hours

Satu Kesempatan Emas! BPS dan Bima Arya Ingatkan Pentingnya Kesiapan Hadapi Bonus Demografi
in 4 hours

Pekerja Rumah Eks Jampidsus Ditemukan Tewas, Penyidik Endus Kejanggalan
in 2 hours

PDIP Desak Pemerintah Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli 27 Juli 1996
in 6 hours

Resmi! Tokoh La Via Campesina Henry Saragih Ditunjuk Jadi Sekjen Baru Partai Buruh
in 4 hours

Kronologi dr. Siti Zahra Maghfira, Dokter Internship yang Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen
in 3 hours

Polisi Tepis Isu Nasi Uduk dan Perusakan Masjid dalam Bentrokan Menteng, 200 Personel Gabungan Diterjunkan
in 2 hours

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
21 hours ago

Tewas Terborgol Usai Tegur Vandalisme: Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur yang Bikin Merinding
a day ago





