Hadapi Ancaman Demo Reformasi Jilid II, Kapolri, BIN, dan Istana Pilih Pendekatan Persuasif
Admin WGM - Friday, 12 June 2026 | 01:00 PM


Rencana aksi besar-besaran bertajuk "Reformasi Jilid II" yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mulai mendapat perhatian dari berbagai lembaga negara. Menyusul ultimatum yang diberikan mahasiswa kepada pemerintah, Kepolisian Republik Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN), dan pihak Istana Kepresidenan menyatakan akan mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyikapi potensi gelombang demonstrasi tersebut.
Sebelumnya, BEM SI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan memberikan tenggat waktu selama 18 hari untuk merespons berbagai persoalan yang mereka nilai perlu segera dibenahi. Apabila tuntutan tersebut tidak mendapat tindak lanjut yang memadai, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dalam skala yang lebih besar dengan tajuk "Reformasi Jilid II".
Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kepolisian menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia mengingatkan agar seluruh aksi dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta tidak mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Sikap serupa juga ditunjukkan dalam berbagai pengamanan aksi mahasiswa sebelumnya, di mana kepolisian mengutamakan langkah persuasif dan humanis.
Sementara itu, BIN mengaku terus memantau perkembangan situasi dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan penyampaian aspirasi tetap berlangsung dalam koridor demokrasi.
Dari pihak Istana, pemerintah menegaskan bahwa kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Pemerintah disebut terbuka terhadap dialog dan siap mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan kelompok mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya. Pendekatan komunikasi dinilai menjadi langkah yang lebih efektif dibandingkan konfrontasi dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.
Isu demonstrasi mahasiswa sendiri bukan hal baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai aksi mahasiswa kerap muncul sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari isu ekonomi, pendidikan, hingga revisi sejumlah regulasi yang dianggap kontroversial.
Pengamat menilai respons yang mengedepankan dialog menunjukkan upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas tanpa mengurangi ruang kebebasan berekspresi. Meski demikian, seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan mengutamakan komunikasi agar penyampaian aspirasi berjalan damai serta tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat luas.
Hingga saat ini, BEM SI belum mengumumkan secara resmi jadwal pelaksanaan aksi "Reformasi Jilid II". Namun, berbagai pihak terus melakukan koordinasi dan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan mobilisasi massa dalam jumlah besar apabila tuntutan mahasiswa tidak mendapatkan respons sesuai harapan mereka.
Next News

Demo BEM UI di Bundaran HI Hari Ini, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
in 4 hours

Pemotor Tanpa Pelat Nomor Dimintai Pertanggungjawaban Usai Diduga Serempet Bus TransJakarta
in 6 hours

Aksi Pencurian Kotak Amal di Masjid Terekam CCTV, Pelaku Diduga Pura-Pura Salat
in 5 hours

Koperasi Merah Putih Wates Akui Pembeli Mulai Sepi Setelah Hampir Sebulan Beroperasi
in 4 hours

Pemprov Jateng Siapkan Rp37,1 Miliar untuk Betonisasi Jalan Jepara–Keling
in 3 hours

Purbaya Tanggapi Ajakan Beralih ke Pertalite Usai Harga Pertamax Naik
in 2 hours

Berkendara Tanpa Helm Bisa Kena Denda dan Kurungan, Masih Mau Abaikan Keselamatan?
15 hours ago

Pemadaman Listrik di Banyak Daerah, PLN Pekalongan Kota Sebut Demi Jaga Keandalan Sistem
15 hours ago

Pengosongan paksa lahan oleh aparat TNI AD di Lenteng Agung berujung kekerasan hingga dugaan represif dengan pemutusan sepihak akses air serta listrik.
16 hours ago

Polemik Mutasi Kepala Sekolah di Merangin, Muncul Penolakan dan Dugaan Setoran Jabatan
17 hours ago




