Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Peran Kunci Sayuti Melik dan BM Diah dalam Merekam Teks Proklamasi Kemerdekaan RI

Admin WGM - Monday, 17 August 2026 | 01:00 PM

Background
Peran Kunci Sayuti Melik dan BM Diah dalam Merekam Teks Proklamasi Kemerdekaan RI
Perbedaan teks proklamasi asli dan otentik (Kompas.com /)

Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang kita kenal hari ini merupakan hasil penyempurnaan dari draf awal tulisan tangan Bung Karno. Perubahan dari draf tulisan tangan menjadi naskah otentik yang diketik oleh Sayuti Melik menyimpan detail sejarah yang sangat substansial.

Proses pengetikan naskah tersebut bukan sekadar menyalin ulang kata demi kata di atas kertas, melainkan sebuah proses penyuntingan redaksional yang krusial. Perubahan beberapa kata kunci dilakukan demi menyelaraskan makna hukum serta menegaskan kedaulatan bangsa Indonesia yang baru lahir.

Perubahan Kata Tempoh Menjadi Tempo dan Redaksi Penanggalan

Salah satu perbedaan yang paling menyolok terlihat pada penyempurnaan kata "tempoh" dalam draf asli menjadi "tempo" pada naskah ketikan Sayuti Melik. Perubahan ejaan ini disesuaikan agar penggunaan tata bahasa dalam dokumen negara tersebut menjadi lebih baku dan lugas.

Selain itu, bagian penanggalan juga mengalami penyempurnaan dari tulisan "Djakarta, 17-8-'45" menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen '45". Penulisan tahun "'45" itu sendiri merujuk pada tahun Jepang, yaitu tahun 2605, yang saat itu berlaku secara umum di Nusantara.

Perubahan Penutup Teks dan Frasa Wakil-Wakil Bangsa

Perubahan paling mendasar terletak pada bagian akhir dokumen yang menentukan atas nama siapa kemerdekaan tersebut diproklamasikan. Pada draf asli tulisan tangan Bung Karno, kalimat penutup tersebut berbunyi "Wakil2 bangsa Indonesia" sebagai perwakilan dari seluruh rakyat.

Sayuti Melik, atas persetujuan para tokoh nasional, mengubah frasa tersebut menjadi "Atas nama bangsa Indonesia" yang langsung diikuti oleh nama Soekarno-Hatta. Perubahan ini mempertegas bahwa kemerdekaan Indonesia dinyatakan secara bulat oleh seluruh bangsa, bukan sekadar oleh perwakilan organisasi tertentu.

Latar Belakang dan Alasan Penyuntingan oleh Sayuti Melik

Sayuti Melik melakukan beberapa penyesuaian tersebut saat mengetik di ruang belakang rumah Laksamana Tadashi Maeda pada dini hari. Dengan cermat dan berani, ia mengoreksi beberapa bagian ejaan agar dokumen bersejarah tersebut memiliki bobot konstitusional yang kuat.

Langkah penyuntingan ini dilakukan agar teks proklamasi tidak mudah dimanipulasi atau dipertanyakan keabsahannya oleh pihak asing, terutama Sekutu. Kejelian Sayuti Melik terbukti berhasil menghasilkan naskah otentik yang sangat kokoh secara tata bahasa dan hukum internasional.

Makna Historis di Balik Dua Dokumen Proklamasi

Draf tulisan tangan Bung Karno dan naskah otentik ketikan Sayuti Melik kini menjadi dua benda cagar budaya yang amat bernilai tinggi. Draf awal merekam proses pemikiran spontan dan dinamika perumusan, sedangkan naskah ketikan merupakan produk hukum resmi berdirinya Republik Indonesia.

Membedah perbedaan antara kedua naskah proklamasi ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya ketelitian dalam momen sejarah yang menentukan. Kedua dokumen tersebut akan selalu menjadi saksi bisu keagungan serta kecerdasan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.