Penurunan Muka Tanah Ancam Pesisir Pekalongan, Penanaman Mangrove Digencarkan Cegah Abrasi
Admin WGM - Thursday, 25 June 2026 | 03:15 PM


Fenomena penurunan muka tanah masih menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kawasan ini tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat penurunan tanah tertinggi di Pantai Utara (Pantura) Jawa, dengan laju penurunan berkisar antara 5 hingga 19,5 sentimeter per tahun. Bahkan, di sejumlah titik tertentu, angka penurunan tanah dilaporkan dapat mencapai sekitar 30 sentimeter per tahun.
Kondisi tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari penggunaan air tanah secara berlebihan, beban pembangunan di atas tanah yang relatif lunak, hingga proses konsolidasi alami lapisan tanah yang berlangsung secara bertahap.
Dampak perubahan tersebut terlihat jelas di kawasan Pantai Wonokerto. Garis pantai yang sebelumnya berada lebih jauh ke arah utara kini terus mengalami pengikisan akibat abrasi. Sejumlah area pesisir yang dahulu masih aman dari genangan air laut kini menghadapi ancaman banjir rob yang semakin sering terjadi.
Sebagai langkah mitigasi, berbagai upaya pelestarian lingkungan terus dilakukan. Salah satunya melalui gerakan penanaman mangrove serentak yang dilaksanakan di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah. Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menjadi bagian dari program penguatan pembinaan teritorial tahun 2026.
Penanaman mangrove tersebut dilakukan secara bersamaan di 29 titik kawasan pesisir yang berada di wilayah jajaran Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya. Program ini bertujuan menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman abrasi dan intrusi air laut.
Di Pantai Wonokerto sendiri, sekitar 1.000 bibit mangrove ditanam dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pelajar, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir.
Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Gerry Herlambang, menyatakan bahwa penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus langkah strategis untuk melindungi kawasan pesisir dari dampak abrasi dan masuknya air laut ke daratan.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, masyarakat pesisir Pekalongan masih menghadapi tantangan besar. Warga menilai kondisi wilayah mereka terus mengalami perubahan akibat penurunan muka tanah yang belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Selain mengancam permukiman, fenomena tersebut juga memperparah banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi penurunan muka tanah dan dampaknya. Harapan tersebut muncul seiring kekhawatiran warga terhadap masa depan kawasan pesisir Pekalongan yang terus menghadapi ancaman tenggelam akibat kombinasi penurunan tanah dan kenaikan muka air laut.
Next News

Sidang Korupsi Kuota Haji Dimulai: Terungkap Aliran Uang Suap Ribuan Dolar dan Nasib Jemaah yang Tertunda
9 hours ago

Jelang Demo Besar Agustus 2026, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Minta Masyarakat Sampaikan Kritik Konstrukt
9 hours ago

KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Capai Rp223,6 Miliar
10 hours ago

Aksi Heroik Warga Silih Nara Bahu-Membahu Bantu Damkar Padamkan Api
11 hours ago

Kronologi Mahasiswa KKN ITS NU di Doro Pekalongan Ditemukan Meninggal Usai Begadang Bersama Rekan
11 hours ago

Gempa M 7,4 di Kolombia, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman
13 hours ago

Peternak Ayam Petelur Pekalongan Gelar Aksi Damai Tingginya Biaya Produksi, 350 Ayam Dibagikan ke Warga
a day ago

Nipah Mall Makassar Milik Kalla Group Terbakar, Pengunjung Sempat Pingsan dan Dua Orang Sesak Napas
a day ago

Sinyal Perombakan Kabinet Merah Putih Kian Santer, Partai Koalisi Angkat Bicarakan Hak Prerogatif
a day ago

Dinilai Tak Pantas, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Sang Menantu
2 days ago





