Pelukan Terakhir Ibu dan Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa Manggarai Timur NTT
Trista Aura - Sunday, 16 August 2026 | 01:15 PM


Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 membuncang wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dan memicu kehancuran parah pada permukiman warga. Peristiwa tragis ini menyebabkan tiga orang anggota keluarga tewas seketika akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah mereka sendiri.
Korban tewas teridentifikasi sebagai seorang ibu berinisial Y (35) beserta dua anaknya yang masih balita. Material dinding dan atap rumah yang roboh secara mendadak membuat para korban tidak sempat menyelamatkan diri ke luar ruangan.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama warga setempat berlangsung sangat haru di lokasi kejadian. Tim menemukan jasad sang ibu dalam posisi mendekap erat bayinya di bawah tumpukan puing-puing bangunan.
Pelukan terakhir tersebut menjadi saksi bisu perjuangan seorang ibu yang berusaha melindungi anaknya hingga napas terakhir. Keadaan fisik kedua korban yang ditemukan berdampingan menegaskan betapa dahsyatnya dampak gempa yang terjadi.
Pemerintah daerah setempat segera menerjunkan tim tanggap darurat untuk membantu pembersihan puing dan mendistribusikan bantuan logistik. Petugas medis juga dikerahkan ke lokasi untuk menangani warga yang mengalami luka-luka serta trauma.
Sejumlah fasilitas umum dan puluhan rumah warga di area sekitar episentrum gempa dilaporkan mengalami kerusakan skala sedang hingga berat. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak mulai berdatangan ke area terdampak untuk memenuhi kebutuhan mendasar para pengungsi. Tempat penampungan sementara telah didirikan guna menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam tersebut.
Duka mendalam dirasakan oleh seluruh masyarakat sekitar atas musibah yang merenggut nyawa ibu dan kedua anak tersebut. Pemakaman para korban dilakukan secara bersamaan oleh pihak keluarga dan diiringi isak tangis warga desa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan warga untuk memeriksa kelayakan struktur bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. Langkah ini penting dilakukan guna mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan akibat bahaya struktur bangunan yang rapuh.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
15 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
15 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
8 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
8 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





