Pasokan BBM Hanya Bertahan untuk 20 Hari Kedepan, Bahlil Sebut Masih dalam Jumlah Aman
Trista - Tuesday, 03 March 2026 | 03:40 PM


Penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia dengan kontribusi 20-30%, memicu kekhawatiran kelangkaan energi dan lonjakan harga minyak global. Dampak ini menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia untuk membahas lebih lanjut langkah antisipasi pasokan minyak nasional.
Di tengah krisis pasokan minyak global, Bahlil menyatakan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan subsidi Indonesia masih dalam jumlah aman dalam waktu 20 hari ke depan.
"Masih cukup, cadangan BBM nasional kita masih aman untuk 20 hari ke depan," jelas Bahlil saat ditemui usai pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Istana, dilansir dari laman Metrotvnews, (2/3/2023).
Meskipun demikian, amannya pasokan minyak nasional tidak akan bertahan lama mengingat Indonesia masih bergantung pada pasokan energi luar negeri yang mencapai satu juta barel per harinya. Pemerintah sudah mulai harus memikirkan langkah strategis dan efektif sebagai alternatif keputusan apabila guncangan di pasar global tidak kunjung mereda.
"Sampai hari ini tidak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah," jelasnya.
Langkah yang mulai dilakukan yaitu dengan merealisasikan diversifikasi sumber impor energi melalui perjanjian hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Bahlil menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) dan segera menyampaikan hasil analisa dan kajian komprehensif.
"Soal impor dari AS, kan sudah saya katakan bahwa setelah kesepakatan ditandatangani, baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Kita beri rentang waktu sekitar 60 hari. Dan sampai hari ini, sebagian pasokan sudah kita ambil dari AS, terutama untuk kebutuhan elpiji (LPG),"jelas Bahlil.
Sementara itu, DEN telah melakukan koordinasi rapat yang digelar di Kementerian ESDM dan dipimpin oleh Ketua Harian DEN yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Delapan menteri dari unsur pemerintah dan delapan pemangku kepentingan dari non pemerintah yang menjadi anggota turut melakukan koordinasi dalam rapat ini.
Dilansir dari laman ANTARA, salah satu anggota DEN, Setya Yudha menyatakan dampak dari konflik Timur Tengah semakin meluas dari kenaikan harga minyak dan fluktuasi kurs yang dapat menekan biaya impor energi. Mekanisme penangan krisis dan darurat energi terlampir dalam Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2016.
Menanggapi kondisi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat adanya potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Namun, harga minyak masih dapat ditekan dengan pasokan minyak yang tidak hanya dari AS tetapi juga Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Next News

Presiden Prabowo Siap Hadapi Krisis Global di Tengah Pelanggaran Kesepakatan Gencatan Senjata oleh Israel
10 minutes ago

Beirut Diguncang Rudal! Mesir Tuding Israel Sengaja Sabotase Perdamaian Kawasan
in 3 hours

Jangan Jadi Alat Kriminalisasi, Mahasiswa Desak DPR Kaji Ulang RUU Perampasan Aset
in 5 hours

Novel Baswedan Endus Kejanggalan Pelimpahan Kasus Aktivis KontraS ke Militer
in 4 hours

Istana Gelar Taklimat Khusus: Strategi Besar Prabowo Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Dunia
in an hour

Siaga Satu di Teluk! IRGC Ancam Serangan Balasan Usai Kesepakatan Iran-AS Dilanggar
a minute ago

Tegas! Presiden Prabowo Kritik Birokrasi Lamban, Minta IUP Hutan Segera Dicabut
an hour ago

Tolak Bayar Tarif ke Iran, Singapura Tegaskan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
2 hours ago

Layanan Samsat Jabar Tegas! Kepala Kantor Dinonaktifkan Jika Masih Minta KTP Pemilik Lama
3 hours ago

Tak Terima Disenggol Bak Film Laga, Pengemudi Livina Siap Penjarakan Sopir Innova
4 hours ago





