Kamis, 9 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Presiden Prabowo Siap Hadapi Krisis Global di Tengah Pelanggaran Kesepakatan Gencatan Senjata oleh Israel

Trista - Thursday, 09 April 2026 | 01:21 PM

Background
Presiden Prabowo Siap Hadapi Krisis Global di Tengah Pelanggaran Kesepakatan Gencatan Senjata oleh Israel
Pidato Presiden Prabowo di Istana Negara (menpan.go.id/)

Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara diikuti oleh jajaran Kabinet Merah Putih guna membahas program prioritas nasional, stabilitas negara, serta evaluasi satu setengah tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, Kamis (8/4/2026). Di tengah isu global dengan adanya gencatan senjata yang dilakukan Iran dengan aliansi AS-Israel, Prabowo menyampaikan Indonesia optimis dalam menghadapi kondisi global yang tidak pasti. 

"Kita dapat mengendalikan arah perkembangan, arah bernegara bangsa kita. Kita dapat navigasi melalui hal-hal yang berbahaya, tapi satu setengah tahun ini alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita andal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik," ungkap Presiden dikutip dari laman presidenri.go.id, (8/4/2026). 

Presiden Prabowo menyoroti konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor utama yakni lonjakan harga energi dunia, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi setidaknya 12 bulan ke depan. Pemerintah akan menjamin kebijakan subsidi energi tidak akan memberatkan masyarakat kecil dan akan menjadikan momentum ini sebagai percepatan reformasi negara. 

Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata dalam perang antara Iran dengan aliansi AS-Israel dinodai dengan serangan udara Israel yang menghantam kawasan komersial di pusat kota Beirut, Lebanon. Serangan mendadak ini menewaskan setidaknya 245 orang dan 1.166 lainnya luka-luka di hari pertama diberlakukannya gencatan senjata. 

Dilansir dari laman Bloomberg Technoz, Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine menyatakan bahwa negaranya sedang menghadapi eskalasi ber berbahaya setelah lebih dari 100 serangan dari Israel. Wilayah Lebanon merupakan salah satu poin dalam kesepakatan gencatan senjata untuk tidak melancarkan aksi atau serangan militer di jeda perang Timur Tengah. 

"Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen-sebuah pola yang, sayangnya, kembali terulang," tulis Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dilansir dari laman CNN Indonesia, Rabu (8/4/2026).

Bersamaan dengan pelanggaran perjanjian gencatan senjata, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa sikap keras kepala terkadang dibutuhkan oleh sebuah bangsa untuk menghadapi tantangan dan mempertahankan prinsip. Prabowo memberi contoh Iran yang memiliki sifat keras kepala dalam menghadapi tekanan dan ancaman. 

"Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Ian keras kepala. Bolak-balik diancam diancam, bolak-balik mau dihabisi," ungkap Presiden Prabowo dilansir dari laman ANTARA, (9/4/2026). 

Analogi ini disampaikan Prabowo dengan sejarah Indonesia yang menyampaikan bahwa pendiri bangsa dan pemimpin terdahulu juga menunjukan sikap tegas yang dapat diartikan sebagai pemertahanan kedaulatan negara. 

"Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali, keras kepala. Tidak mau kita dijajah kembali, keras kepala. Pemimpin-pemimpin kita keras kepala. Merah putih harga mati, enggak ada itu urusan," lanjut Presiden. 

Dalam Rapat Kerja Pemerintahan ini, Presiden Prabowo mengingatkan kembali bahwa kondisi demikian sudah diperkirakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Oleh karena itu, potensi krisis global yang mencakup sektor utama, yakni pangan, energi, dan air disampaikan dapat diatasi dengan langkah efektif.