Korban Gempa NTT Terus Bertambah, 38 Orang Tewas dan 13 Luka-luka
Admin WGM - Sunday, 16 August 2026 | 10:16 AM


Jumlah korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 15.00 WIB pada Sabtu (15/8/2026), tercatat 38 orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Data ini menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya laporan korban masih terus diverifikasi oleh petugas di lapangan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga daerah lain di sekitarnya dan sempat memicu peringatan dini tsunami.
Dampak gempa dirasakan di sejumlah kabupaten, termasuk Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Selain korban jiwa dan luka-luka, sejumlah bangunan rumah, fasilitas umum, hotel, hingga fasilitas pemerintahan dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan. Tim gabungan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban serta tingkat kerusakan di masing-masing wilayah terdampak.
Sebelumnya, data korban sempat mengalami perubahan karena proses verifikasi dan validasi masih berlangsung. BNPB pada tahap awal melaporkan adanya korban meninggal dan luka-luka di wilayah Kabupaten Sikka, kemudian data korban terus diperbarui seiring masuknya laporan dari daerah lain. Pembaruan tersebut menunjukkan bahwa proses pencatatan dampak bencana masih berlangsung secara dinamis.
Gempa juga sempat menyebabkan kepanikan warga di sejumlah wilayah karena guncangan dirasakan kuat dalam waktu cukup lama. Masyarakat di kawasan pesisir sebelumnya diarahkan untuk melakukan evakuasi setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat gempa utama. Peringatan dini tersebut kemudian dinyatakan berakhir setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi muka air laut tidak lagi membahayakan.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, aktivitas gempa susulan masih tercatat di wilayah NTT. Data BMKG menunjukkan sejumlah gempa susulan terjadi setelah gempa utama, sehingga masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap kemungkinan guncangan berikutnya. Warga juga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Peningkatan jumlah korban menjadi perhatian serius pemerintah dan tim penanganan bencana di NTT. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait terus melakukan evakuasi, pendataan, dan penanganan terhadap masyarakat terdampak. Pemerintah juga terus memperbarui informasi mengenai korban dan kerusakan agar penanganan pascagempa dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
16 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
16 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
9 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
9 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
12 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





