Jelang HUT Ke-81 RI, Aliansi Cipayung Merdeka Bawa 'Tuntutan 08' di Patung Kuda
Admin WGM - Friday, 14 August 2026 | 02:50 PM


Aliansi Cipayung Merdeka menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Kamis (13/8/2026). Massa mulai berkumpul sekitar pukul 15.00 WIB dan terdiri dari empat organisasi mahasiswa, yakni GMNI Jakarta Timur, LMND Jakarta Timur, SEMMI Jakarta Timur, serta PD HIMA Persis Jakarta Timur. Dilansir dari IDN Times, aksi tersebut digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia dengan membawa tuntutan evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Aksi tersebut kemudian berdampak pada arus lalu lintas karena massa sempat memblokade sebagian Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan gedung Bank Syariah Indonesia (BSI). Akibat blokade tersebut, lalu lintas di sekitar kawasan Patung Kuda mengalami kemacetan dan tersendat. Kondisi itu terjadi ketika massa menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka kepada pemerintah.
Ketua GMNI Jakarta Timur sekaligus salah satu koordinator aksi, Henry Kurniawan, mengatakan demonstrasi tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan evaluasi terhadap pemerintahan saat ini. Ia menyebut salah satu tema utama aksi adalah evaluasi total terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran setelah 81 tahun Indonesia merdeka.
"Kami dari Aliansi Cipayung Merdeka hadir, dan salah satu judul besar dalam aksi kami kali ini adalah 81 tahun evaluasi total pemerintahan Prabowo-Gibran," ujar Henry kepada awak media di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Aliansi Cipayung Merdeka membawa delapan tuntutan yang mereka sebut sebagai "Tuntutan 08" dalam aksi tersebut. Tuntutan itu disusun berdasarkan kajian terhadap berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan lembaga negara. Beberapa di antaranya berkaitan dengan dugaan korupsi, kebijakan pendidikan, peran militer, hingga evaluasi terhadap pejabat pemerintahan.
"Berdasarkan beberapa kajian yang sebenarnya telah kami lakukan, kami menyampaikan delapan tuntutan yang kami namakan Tuntutan 08," ujar Henry. Delapan tuntutan tersebut mencakup permintaan agar dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis diproses secara hukum, militer tidak terlibat dalam program Koperasi Desa Merah Putih, serta negara kembali meminta maaf atas kematian Affan Kurniawan. Massa juga meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot menteri yang dianggap bermasalah dan mengembalikan dana pendidikan yang sebelumnya dialihkan untuk program MBG.
Selain itu, massa mendesak proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang mereka soroti, serta meminta pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi. Mereka juga meminta Ketua Komisi III DPR RI, Habiburakhman, mengundurkan diri karena dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan terkait polemik di tubuh Polri dan Kejaksaan. Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai persoalan nasional menjelang momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
12 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
12 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
5 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
5 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
8 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





