Minggu, 5 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Harga Minyak Mentah Dunia Turun 6% Usai Putin Dan Trump Komunikasi Panggilan Telepon

Trista - Tuesday, 10 March 2026 | 05:11 PM

Background
Harga Minyak Mentah Dunia Turun 6% Usai Putin Dan Trump Komunikasi Panggilan Telepon
Presiden Rusia Vladimr Putin (Reuters /)

Harga minyak mentah pada Senin (9/3/2026) mencapai level tertinggi sebesar 119,50 dolar AS untuk jenis minyak Brent dan 119,48 dolar AS untuk West Texas Intermediate (WTI) per barel sejak pertengahan 2022. Hal ini terjadi karena pengurangan pasokan minyak dari Arab Saudi selama perang AS-Israel terhadap Iran yang meluas hingga gangguan pasokan energi global. 

Melansir dari laman Metronews (10/3/2026), perang yang telah berlangsung selama empat hingga lima minggu ini menyebabkan produsen minyak Teluk, yakni Irak mulai memangkas produksi sebesar 70 persen menjadi 1,3 juta barel per hari. Sementara itu, Kuwait Petroleum Corporation juga mengurangi produksi dan menyatakan keadaan kahar (force majeure) sejak Sabtu lalu (7/3/2026). 

Penurunan ini merupakan konsekuensi dari ketidakmampuan negara Timur Tengah untuk mengekspor minyak melalui Selat Hormuz yang ditutup akibat konflik berkepanjangan di Iran. 

"Harga naik tajam karena laporan yang menunjukkan bahwa produsen Timur Tengah mengurangi produksi karena persediaan meningkat dengan cepat," ungkap Daniel Hynes, ahli strategi komoditas senior di ANZ (Australia and New Zealand Banking Group Limited), dilansir dari laman Vietnam.vn, (9/3/2026). 

Hynes menambahkan, adanya potensi penutupan sumur minyak yang tidak hanya akan mengurangi produksi secara langsung tetapi juga pemulihan pasokan setelah konflik. Hal ini, dipicu oleh terbatasnya terminal penyimpanan bahan bakar apabila diproduksi secara terus menerus tanpa penyaluran. 

Dampak bagi Indonesia semakin parah mengingat nilai tukar rupiah mengalami lonjakan yang sangat tinggi dengan besaran 1 dolar AS setara Rp17.000 pada perdagangan, Senin (10/3/2026). Pelemahan kurs berpotensi memicu kenaikan harga barang impor serta bahan baku industri yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan sebelumnya. 

Kini, harga minyak dunia telah turun setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan komunikasi melalui telepon dengan Presiden AS, Donald Trump terkait penyelesaian konflik Iran. Dilansir dari laman Metro News (10/3/2026), menurut penuturan seorang ajudan Kremlin, komunikasi ini meredakan kekhawatiran naiknya harga dan pasokan energi yang berkepanjangan. 

Trump menyatakan bahwa serangan terhadap Iran telah menghasilkan kemajuan signifikan terhadap perkembangan Washington sejak dimulainya konflik. Harga minyak global masih berada di bawah tekanan Trump yang mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Rusia serta pelepasan cadangan minyak darurat demi meredam lonjakan harga.

"Jelas komentar Trump tentang perang yang berumur pendek telah menenangkan pasar. Meskipun ada reaksi berlebihan ke atas kemarin, kami pikir ada reaksi berlebihan ke bawah hari ini," ungkap Suvro Sarkar, kepala tim sektor energi di DBS Bank, dilansir dari laman Kontan.co.id, (10/3/2026). 

Mengutip Investing.com, harga minyak mentah jenis Brent yang menjadi patokan internasional telah mengalami penurunan sekitar 6,6 persen atau 6,51 dolar AS menjadi 92,45 dolar AS per barel (10/3/2026). Sementara itu, WTI sebagai patokan pasar domestik AS turun sekitar 6,5 persen atau 6,12 dolar AS menjadi 88,65 dolar AS per barel.