Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Polres Halmahera Utara Periksa Pemandu Wisata
Admin WGM - Sunday, 10 May 2026 | 01:07 PM


Erupsi besar Gunung Dukono yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026), menjebak 20 orang yang sedang melakukan pendakian di kawasan tersebut. Dari jumlah tersebut, diketahui sembilan orang merupakan WNA asal Singapura dan 11 lainnya WNI.
Hasil sementara menyebutkan, korban jiwa dari insiden ini, yakni dua orang WNA Singapura, masih dalam pencarian dan satu WNI asal Ternate yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di jarak 50 meter dari bibir kawah gunung. Sementara itu, 14 pendaki ditemukan selamat dan 5 orang lainnya ditemukan mengalami luka-luka yang langsung ditangani oleh tim di lapangan.
"Saat ini, lima pendaki luka-luka masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. Terkait informasi dua wisatawan yang diduga meninggal dunia, hal tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait," ungkap Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dilansir dari laman Kompas, Jumat (8/5/2026).
Tinggi abu letusan erupsi yang terjadi mencapai 10 kilometer dari bibir kawah dengan material abu vulkanik berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Amplitudo yang terekam mencapai 34 milimeter dan berdurasi 967,56 detik.
Pihak otoritas setempat dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah memberi peringatan untuk masyarakat tidak mendekati atau mendaki Gunung Dukono yang mengalami peningkatan aktivitas sejak 29 Maret 2026.
"Gunung Dukono saat ini berada di Level II (Waspada). Sebenarnya, peningkatan aktivitas sudah tercatat sejak 29 Maret 2026 dengan rata-rata 95 kejadian erupsi setiap harinya," ungkap Abdul Muhari.
Surat resmi penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono juga sudah dikeluarkan Kementerian Pariwisata sebelum adanya insiden ini. Berdasarkan hal ini, muncul dugaan kelalaian pihak pegiat wisata atau pendaki di tengah kondisi Gunung Dukono yang berstatus siaga dua.
"Terdapat dugaan adanya kelalaian dari pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun sudah ada pemberitahuan penutupan kawasan wisata. Pemerintah terus mendalami informasi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh," lanjut Abdul Muhari.
Adanya dugaan kelalaian pihak pegiat wisata mendorong Polres Halmahera Utara untuk memeriksa enam orang pemandu wisata yang membawa rombongan wisatawan asing dan lokal di Gunung Api Dukono. Keenam orang tersebut masih berstatus saksi, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat dikenai Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan korban jiwa.
"Dari enam orang yang diperiksa, satu di antaranya berinisial SE. SE merupakan pimpinan open trip Anak Esa. Satu orang lainnya adalah anak buah, dan empat orang lainnya berprofesi sebagai porter," ungkap AKBP Erlichson Pasaribu, Kapolres Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026).
Hingga saat ini, operasi pencarian terhadap dua pendaki asal Singapura masih dilakukan setelah dikabarkan hilang pascaerupsi Gunung Dukono yang menurunkan 150 personel gabungan. Kondisi Gunung Dukono yang masih mengalami erupsi dan medan yang sulit menjadi kendala tim SAR gabungan.
Next News

Banjir Bandang Terjang Padang Usai Hujan Deras: Belasan Warga Terjebak di Loteng Rumah, Jalan Utama Lumpuh Total
in 6 hours

Sedang Tiduran Main HP, Pemilik Bengkel Tambal Ban di Boyolali Diberondong Tembakan Senjata Airsoft Gun
in 6 hours

Polisi Usut Kasus Berdarah Ambokembang Pekalongan: 4 Tersangka Ditangkap, Penyebab Kematian Masih Misteri
in 5 hours

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
a day ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
a day ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
15 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
15 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
18 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
2 days ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
2 days ago





