Letusan Eksplosif Gunung Dukono, Jalur Pendakian Maluku Utara Berubah Jadi Zona Merah
Admin WGM - Saturday, 09 May 2026 | 12:00 PM


Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meningkat tajam hingga memicu letusan eksplosif pada Jumat (8/5/2026). Insiden ini menyebabkan kepanikan di jalur pendakian setelah material vulkanik menghujani para pendaki yang berada di sekitar puncak. Hingga Jumat sore, otoritas keamanan melaporkan lima orang pendaki mengalami luka-luka, sementara dua pendaki lainnya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian intensif.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama personel kepolisian dan TNI telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyisiran di tengah ancaman abu vulkanik yang masih tebal.
Evakuasi Korban Luka dan Kronologi Erupsi
Erupsi dilaporkan terjadi secara mendadak dengan tinggi kolom abu mencapai ribuan meter ke udara. Melansir laporan Tribratanews Polri NTB, getaran gempa letusan memicu longsoran material di jalur pendakian yang saat itu tengah dilalui oleh sejumlah rombongan. Akibatnya, lima orang pendaki dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena hantaman batu dan terjatuh saat mencoba menyelamatkan diri dari awan panas.
Seluruh korban luka telah berhasil dievakuasi ke kaki gunung oleh tim penyelamat dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Halmahera Utara untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak berwenang menyatakan bahwa status Gunung Dukono kini berada pada level waspada, dan radius aman telah diperluas guna menghindari adanya korban tambahan.
Pencarian Dua WNA yang Hilang
Di tengah proses evakuasi korban luka, kekhawatiran meningkat setelah dua orang pendaki mancanegara dilaporkan terpisah dari rombongan dan belum kembali ke pos pemantauan. Melansir laporan CNBC Indonesia, otoritas setempat telah mengidentifikasi kedua WNA tersebut yang hilang saat erupsi terjadi. Petugas kini tengah fokus melakukan pelacakan koordinat terakhir berdasarkan laporan saksi mata di lapangan.
Medan yang berat dan jarak pandang yang terbatas akibat hujan abu menjadi kendala utama dalam operasi pencarian ini. Tim SAR mengerahkan unit pendukung tambahan guna mempercepat penyisiran di area lereng yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan kedua WNA tersebut sebelum letusan besar terjadi. "Prioritas kami saat ini adalah menemukan kedua pendaki asing tersebut secepat mungkin sebelum aktivitas vulkanik kembali meningkat," ujar perwakilan tim evakuasi.
Peringatan bagi Pendaki dan Masyarakat
Kenaikan aktivitas Gunung Dukono ini menjadi peringatan keras bagi para pencinta alam dan masyarakat sekitar. Otoritas setempat mengimbau agar seluruh aktivitas pendakian dihentikan total hingga situasi dinyatakan benar-benar aman. Selain itu, warga di pemukiman terdekat diminta untuk selalu menggunakan masker guna menghindari dampak buruk dari paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.
Kepolisian juga memperketat penjagaan di pintu masuk jalur pendakian guna memastikan tidak ada lagi warga atau wisatawan yang mencoba mendekati zona merah. Koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus dilakukan untuk memantau fluktuasi tekanan magma di dalam kawah Gunung Dukono.
Koordinasi Internasional dan Keselamatan Wisata
Mengingat adanya warga negara asing yang menjadi korban dalam insiden ini, pihak berwenang di Maluku Utara telah menjalin komunikasi dengan kedutaan besar negara terkait. Pemerintah daerah menegaskan akan mengupayakan segala daya untuk memastikan keselamatan seluruh pendaki yang masih terjebak di kawasan rawan bencana tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap peringatan dini dan penggunaan pemandu lokal yang berlisensi saat melakukan pendakian ke gunung api aktif. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap dua WNA masih terus berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat keamanan dan otoritas kebencanaan nasional.
Next News

Polisi Usut Praktik Eksploitasi Anak di Blok M Libatkan Warga Negara Jepang
8 hours ago

Diplomasi Maung: Prabowo Subianto Curi Perhatian di Tengah Kemelut Myanmar dan ASEAN
3 hours ago

Rupiah Berdarah! Tembus Rp17.500, Siap-siap Harga Barang Impor Meroket
13 hours ago

Deadline 6 Bulan! Pemerintah Desak WNI Segera Pindahkan Aset ke Dalam Negeri
5 hours ago

Gagal Kelabui Petugas, Emas Rp700 Juta dalam Popok Bayi Disita Bea Cukai Soetta
6 hours ago

Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Terhempas ke Level Rp17.400 Akibat Isu Iran
7 hours ago

Kabar Baik Guru Honorer! Payung Hukum Gaji Diperkuat dan Aturan Penataan ASN Terbit"
14 hours ago

Panas! Adu Mulut Jaksa dan Pengacara Warnai Sidang 'Narasi Jahat' Nadiem Makarim
15 hours ago

Tunda Pungutan Nikel, Pemerintah Indonesia Cari Formula Keseimbangan Fiskal Baru
10 hours ago

Dukungan Mengalir untuk Kamaruddin Simanjuntak, Sosok Pembela Keadilan yang Sedang Berobat
11 hours ago




