Rabu, 13 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Waspada! Bibit Siklon 96W Terdeteksi, BMKG Ingatkan Potensi Hujan di Seluruh RI

Admin WGM - Wednesday, 13 May 2026 | 09:00 AM

Background
Waspada! Bibit Siklon 96W Terdeteksi, BMKG Ingatkan Potensi Hujan di Seluruh RI
Pergerakan Siklon Tropis (Tirto.id /)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul terdeteksinya aktivitas bibit siklon tropis 96W di wilayah utara Indonesia yang memicu perubahan pola angin dan peningkatan pertumbuhan awan hujan. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengimbau penguatan kesiapsiagaan di tingkat daerah guna meminimalisir dampak risiko bencana hidrometeorologi.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini diprediksi akan menyebabkan mayoritas kota besar di Indonesia mengalami peningkatan intensitas curah hujan, mulai dari kategori ringan hingga lebat.

Ancaman Bibit Siklon Tropis 96W

Pemantauan citra satelit terkini menunjukkan adanya sistem gangguan atmosfer yang signifikan. Melansir laporan CNN Indonesia, bibit siklon tropis 96W telah aktif dan BMKG sedang memantau dampak langsung maupun tidak langsungnya bagi wilayah RI. Sistem ini terpantau bergerak di sekitar Samudra Pasifik utara Papua, yang secara tidak langsung menarik massa udara dan menciptakan daerah konvergensi atau pertemuan angin di beberapa provinsi di Indonesia bagian tengah dan utara.

Bibit siklon ini berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan utara serta meningkatkan kecepatan angin yang dapat berujung pada cuaca buruk. BMKG terus memperbarui data koordinat dan kekuatan sistem ini guna memberikan peringatan dini yang akurat bagi sektor penerbangan dan pelayaran.

Prakiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia

Seiring dengan aktivitas bibit siklon tersebut, distribusi curah hujan di daratan Indonesia juga mengalami peningkatan. Melansir laporan Antara, untuk periode Rabu, BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia akan mengalami hujan ringan. Wilayah seperti Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Medan diprediksi akan diguyur hujan dengan durasi yang bervariasi sejak siang hingga malam hari.

Meskipun intensitasnya masuk dalam kategori ringan, BMKG mengingatkan bahwa hujan yang turun setelah cuaca panas terik yang panjang dapat memicu fenomena angin kencang berdurasi singkat atau puting beliung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi pohon tua, baliho besar, dan bangunan yang strukturnya kurang kokoh saat hujan mulai turun.

BNPB: Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Merespons dinamika cuaca ini, otoritas penanggulangan bencana nasional memperketat pemantauan di titik-titik rawan longsor dan banjir. Melansir rilis resmi BNPB, berdasarkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di tanah air per 12 Mei 2026, masyarakat diminta tingkatkan kesiapsiagaan cuaca ekstrem. Langkah ini diambil menyusul beberapa laporan kejadian bencana skala kecil di sejumlah daerah yang dipicu oleh anomali cuaca.

Kepala BNPB menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah untuk mengecek fungsi saluran drainase di perkotaan dan kestabilan lereng di wilayah perbukitan. "Kesiapsiagaan bukan hanya tugas petugas, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala dan segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda alam yang membahayakan," ujar juru bicara BNPB dalam keterangan persnya.

Langkah Antisipasi dan Imbauan

Hingga akhir pekan ini, wilayah Indonesia bagian utara dan tengah diprediksi masih akan mengalami dampak sirkulasi udara dari bibit siklon 96W. Sektor transportasi laut diminta untuk terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan mengenai ketinggian gelombang yang mungkin meningkat secara tiba-tiba di sekitar Laut Sulawesi dan perairan utara Halmahera.

Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal komunikasi resmi BNPB. Upaya mitigasi mandiri, seperti membersihkan sampah di selokan dan memastikan atap rumah dalam kondisi baik, diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kerugian materiil akibat potensi hujan lebat dan angin kencang yang menyertai aktivitas bibit siklon ini.