Ditekan AMPB, Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember
Azizatul Khifdiyah - Friday, 28 August 2026 | 11:47 AM


Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri apabila Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak disahkan sesuai batas waktu yang telah disepakati. Pernyataan itu disampaikan saat pimpinan DPR menerima audiensi perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Mengutip laporan media yang menjadi referensi, audiensi tersebut dipimpin Dasco dan dihadiri Wakil Ketua DPR Saan Mustopa serta Cucun Ahmad Syamsurijal.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan AMPB Supriyono alias Botok meminta pimpinan DPR mempertanggungjawabkan target pengesahan RUU Perampasan Aset. AMPB menuntut pimpinan DPR mundur apabila pengesahan aturan tersebut tidak terealisasi sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Tuntutan itu disampaikan sebagai bentuk dorongan agar pembahasan RUU Perampasan Aset tidak kembali melewati tenggat.
"Setelah muncul batas akhir pengesahan RUU tersebut, misalnya sampai tanggal tersebut tidak terealisasi, mundur lagi dengan alasan A-B-C-D-E-F-G, kita minta konsekuensi tanggung jawab semua," tegas Botok.
Menanggapi tuntutan tersebut, Dasco menegaskan DPR telah memiliki kesepakatan mengenai batas waktu pengesahan RUU Perampasan Aset. Ia menyebut aturan tersebut ditargetkan diketok dalam rapat paripurna pada 15 Desember 2026.
"Disepakati, dan disetujui bahwa limit waktu paling lambat untuk RUU Perampasan Aset itu akan diketok di paripurna pada tanggal 15 Desember 2026," ujar Dasco.
Dasco juga menyatakan tidak keberatan apabila harus mengundurkan diri jika target tersebut tidak tercapai.
"Kami tidak ada masalah. Kalau memang tidak selesai, ya kami mengundurkan diri, itu nggak ada masalah," ujarnya.
Ia juga akan memberikan salinan berita acara rapat paripurna kepada perwakilan massa sebagai bentuk komitmen atas kesepakatan tersebut.
Sementara itu, pimpinan DPR menyatakan pembahasan RUU Perampasan Aset masih dapat menerima masukan dari masyarakat sebelum pengesahan. Saan Mustopa mengatakan DPR akan memfasilitasi partisipasi publik melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk menampung masukan lebih lanjut.
"Kita sama-sama kawal, sama-sama jaga, sama-sama awasi secara bersama-sama agar tanggal 15 ini memang benar-benar sesuai dengan komitmen kita bersama," tegas Saan
Next News

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
in 6 hours

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in 3 hours

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
an hour ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
18 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
21 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
a day ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago



