Cegah Learning Loss! Pemerintah Resmi Batalkan Rencana Pembelajaran Daring April Mendatang
Trista - Wednesday, 25 March 2026 | 12:15 PM


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti remi memastikan pembatalan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau pembelajaran jarak jauh bagi siswa sebagai langkah penghematan energi dampak dari konflik Timur Tengah. Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan strategis terkait efektivitas proses belajar-mengajar dan kesiapan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah.
Pemerintah tetap memprioritaskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebagai metode utama dan unsur fundamental pendidikan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi digital, terutama dalam pembentukan karakter siswa. Sebelumnya, wacana pembelajaran jarak jauh menjadi bagian dari kajian yang didorong Presiden Prabowo Subianto untuk antisipasi dampak krisis global.
"Pembelajaran akan tetap berjalan sebagaimana mestinya," ungkap Abdul Mu'ti, dilansir dari laman Tempo, Selasa (24/3/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menekankan, kebijakan ini tidak diterapkan pada sektor pendidikan dengan proses pembelajaran yang harus semakin optimal dan tidak menimbulkan learning loss. Menurut Pratikno, kebijakan pembelajaran daring bukan merupakan kebutuhan mendesak dengan urgensi tinggi saat ini. Namun, menjaga kualitas pendidikan dan optimalisasi pembelajaran merupakan tujuan dari pengembangan sumber daya manusia yang lebih mendesak.
"Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," ujar Pratikno, dilansir dari laman MetroNews, (24/3/2026).
"Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisaintek. Ini prioritas. Ini utama," lanjut Pratikno.
Kebijakan pembelajaran daring ini dapat menunjukkan Indonesia masih dalam kendala signifikan terhadap kesenjangan akses internet dan pendampingan efektif siswa di lingkungan rumah. Metode pembelajaran dengan tetap berada di sekolah tentunya siswa akan mendapatkan pengawasan langsung dari guru serta interaksi sosial yang sehat dengan teman sebayanya.
"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolh Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum," ungkap Pratikno, dilansir dari laman Kompas.com, (24/3/2026).
Pernyataan resmi pemerintah ini, dapat menjadi himbauan terhadap seluruh satuan pendidikan untuk tetap fokus pada proses pembelajaran yang akan berjalan dan memastikan setiap siswa dapat mendapatkan hak belajarnya secara penuh. Namun, kebijakan terkait penghematan energi akan kembali dikaji untuk sistem kerja WFA (Work from Home) yang diberlakukan kepada ASN (Aparatur Sipil Negara).
Next News

Jajaran Kejaksaan Negeri Karo Diperiksa Kejagung Imbas Dugaan Pelanggaran Kode Etik Perkara Amsal Sitepu
3 hours ago

Fenomena Langit April: Komet Paskah C/2026 A1 Mendekati Matahari, Berpotensi Terlihat dengan Mata Telanjang
6 hours ago

Fenomena Cahaya Misterius di Langit Lampung dan Sumbar, Pakar Bilang Bukan Meteor
8 hours ago

Viral Seruan Saiful Mujani Jatuhkan Pemerintahan Prabowo: Pengamat Sebut Langkah Absurd
10 hours ago

Capai Pilar Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Siap Bangun 100 Gudang Panen di Seluruh Indonesia
a day ago

Andrie Yunus Terancam Buta Permanen, Proses Hukum Berjalan Lambat dan Tidak Transparan
a day ago

Bertahan Hidup 7 Hari di Hutan, Molly si Border Collie Ditemukan Selamat
a day ago

Berkas Lengkap! KPK Limpahkan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko ke PN
a day ago

KPK Beri Peringatan Keras! Bos Rokok Muhammad Suryo Diminta Kooperatif Penuhi Panggilan
a day ago

Banjir Terjang Desa Labean Sulawesi Selatan, Puluhan Rumah Warga Terendam Lumpur dan Air
a day ago





