Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bawa Flare hingga Bom Molotov, 21 Orang Diamankan Jelang Demo Jakarta

Admin WGM - Tuesday, 18 August 2026 | 02:04 PM

Background
Bawa Flare hingga Bom Molotov, 21 Orang Diamankan Jelang Demo Jakarta
Pengamanan unjuk rasa Jakarta (Publika.id /)

Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang diduga sebagai perusuh menjelang unjuk rasa di Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa petasan, flare, serta botol yang dipersiapkan sebagai pemicu atau pemantik bom molotov. Para orang yang diamankan kini menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk didalami keterangannya.

"Kami juga menyampaikan tim Preventive Strike dan Preemptive Education Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang, yang saat ini dalam dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait tentang membawa barang-barang yang dapat membahayakan peserta aksi dan petugas pengamanan serta masyarakat di sekitar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan terkait langkah pengamanan yang dilakukan menjelang aksi demonstrasi di Jakarta. Polisi masih mendalami keterlibatan dan tujuan 21 orang tersebut. Menurut kepolisian, 21 orang yang diamankan diduga bukan bagian dari kelompok yang akan menyampaikan aspirasi dalam unjuk rasa. Mereka diduga datang dengan tujuan memprovokasi dan memicu konflik antara petugas keamanan dan peserta demonstrasi. Polisi kemudian melakukan tindakan pencegahan dengan mengamankan mereka untuk menjalani pemeriksaan.

"Biasanya, pada saat sudah diamankan, dilakukan preemptive education. Orang-orang yang membawa ataupun mengganggu dalam pelaksanaan aktivitas penyampaian aspirasi di muka umum biasanya tidak terafiliasi ataupun bukan merupakan bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pendapat," kata Budi Hermanto.

Ia menjelaskan bahwa pihak yang diamankan diduga tidak terafiliasi dengan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap dugaan tersebut.

"Tujuannya adalah membuat konflik petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum," imbuhnya.

Dugaan tersebut menjadi salah satu alasan polisi melakukan langkah pengamanan terhadap 21 orang tersebut. Pemeriksaan tetap dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut peran mereka dalam situasi menjelang aksi.

"Adapun barang-barang tersebut berupa petasan ataupun flare, botol yang dipersiapkan sebagai pemicu ataupun pemantik sebagai bom molotov," tuturnya.

Barang-barang tersebut telah diamankan oleh polisi sebagai bagian dari proses pemeriksaan. Polda Metro Jaya masih mendalami keterangan para pihak yang diamankan beserta barang bukti yang ditemukan.

Di sisi lain, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut mengusung tajuk #MerebutKemerdekaan dan dilakukan sehari setelah seremoni kenegaraan dalam rangka peringatan kemerdekaan. BEM UI menyampaikan sejumlah tuntutan melalui aksi tersebut.

"Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan," kata Ketua BEM UI Yatalatof Imawan dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

"Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan hari ini. Namun, ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk," lanjutnya.

BEM UI menyampaikan pernyataan tersebut terkait dampak aksi terhadap aktivitas masyarakat di Jakarta. Sementara itu, polisi tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama demonstrasi berlangsung.