Bara Bediang Membawa Petaka: Tujuh Rumah Warga di Grobogan Hangus Terbakar
Azizatul Khifdiyah - Tuesday, 01 September 2026 | 12:02 AM


Mengutip laporan dari detikJateng, musibah kebakaran hebat melanda permukiman padat warga di Dusun Winong, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Peristiwa memilukan tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (31/8/2026) petang sekitar pukul 17.00 WIB. Sebanyak tujuh bangunan rumah limasan milik empat warga setempat ludes terbakar akibat amukan si jago merah.
Empat warga setempat yang menjadi korban musibah ini adalah Ahmad Nuryadin, Magi (77), Budi Irianto (37), dan Sukatmin (39). Insiden kebakaran maut ini dipicu oleh aktivitas pembuatan bediang atau perapian berbahan jerami kering di area kandang ternak. Kepulan asap serta kobaran api pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang mendengar suara kegaduhan hewan ternak.
Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto menjelaskan bahwa amukan api langsung membesar dengan cepat karena terpaan angin kencang di lokasi. Petugas pemadam kebakaran bersama warga bergotong royong menjinakkan kobaran api hingga akhirnya berhasil dipadamkan total sekira pukul 20.30 WIB. Musibah memilukan tersebut menghanguskan perhiasan emas, sertifikat tanah, dua ekor kambing, hingga uang tunai puluhan juta rupiah.
Akibat insiden ini, Ahmad Nuryadin mengalami kerugian materiil terbanyak dengan dua rumah limasan, dua kambing, dan uang tunai Rp 5 juta hangus. Korban lansia bernama Magi juga kehilangan satu unit rumah limasan beserta uang simpanan senilai Rp 10 juta yang disimpan di dalam rumah. Sementara itu, Budi Irianto dan Sukatmin masing-masing kehilangan dua rumah limasan beserta perhiasan bernilai tinggi dan sertifikat penting.
Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto secara rinci menyampaikan data kerugian serta barang bukti hasil olah tempat kejadian perkara.
"Milik Magi yang terbakar satu rumah limasan, uang tunai Rp 10 juta, perhiasan, sertifikat rumah," jelasnya.
Akumulasi kerugian materiil yang dialami seluruh korban diperkirakan mencapai angka ratusan juta rupiah.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi secara tegas sumber awal penyebab amukan si jago merah di pemukiman tersebut.
"Menurut keterangan saksi bahwa api berasal dari bedian atau perapian atau pembakaran kecil menggunakan jerami kering, sampah, atau kotoran ternak kering yang dibuat di sekitar kandang milik Ahmad Nuryadin," pungkas Joko.
Keterangan saksi mata di lokasi menjadi petunjuk utama dalam olah TKP oleh pihak berwajib.
Pasca-kejadian tersebut, jajaran Polsek Toroh langsung memberikan imbauan tegas kepada seluruh warga masyarakat di wilayah hukumnya. Warga diminta untuk senantiasa memastikan bara api pada perapian atau bediang benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Langkah kewaspadaan preventif ini sangat krusial dilakukan demi mencegah terulangnya bencana kebakaran serupa di kawasan pemukiman warga.
Next News

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
in 6 hours

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in 3 hours

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
an hour ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
18 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
21 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
a day ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago



