AS Perketat Sanksi Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Kurangi Ketergantungan Dolar
Admin WGM - Sunday, 30 August 2026 | 02:00 PM


Tekanan Amerika Serikat terhadap Iran kembali meningkat setelah Washington memperluas sanksi ekonomi dan menargetkan jaringan keuangan yang dinilai membantu transaksi Teheran. Di tengah tekanan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Seruan Mojtaba disampaikan ketika perekonomian Iran menghadapi tekanan akibat sanksi, perang, serta pembatasan perdagangan. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan inflasi, pengangguran, pengendalian harga, dan pengaturan pasar barang serta jasa.
Mojtaba menilai peningkatan produksi domestik menjadi salah satu kunci menghadapi berbagai persoalan ekonomi Iran. Ia juga mendorong peningkatan investasi, penguatan sektor-sektor strategis, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Selain persoalan ekonomi, Mojtaba meminta para pejabat menjaga persatuan nasional dan tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperlemah kohesi sosial. Seruan tersebut muncul di tengah kekhawatiran tekanan ekonomi yang semakin berat dapat memicu ketegangan sosial di dalam negeri.
Tekanan Washington juga menyasar lembaga keuangan yang dianggap membantu transaksi Iran. Departemen Keuangan AS mencabut akses Banque Misr UAE ke lembaga keuangan AS setelah menuduh cabang bank tersebut memproses sekitar US$1,8 miliar transaksi selama dua tahun untuk sekitar 100 perusahaan yang diduga terkait jaringan shadow banking Iran.
Selain Banque Misr UAE, AS menjatuhkan sanksi terhadap seorang pejabat Bank Melli Iran di Dubai serta sebuah perusahaan berbasis Hong Kong yang dituduh berperan sebagai kedok pencucian uang. Washington memperingatkan lembaga keuangan maupun perusahaan yang membantu transaksi terkait Iran dapat menjadi sasaran sanksi.
Tekanan ekonomi tersebut juga diarahkan pada sektor minyak yang menjadi sumber pendapatan penting Iran. Meski menghadapi pembatasan dan tekanan terhadap ekspor, Iran masih mampu mempertahankan pemasukan dari penjualan minyak, dengan China disebut sebagai salah satu pembeli utama minyak Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyebut perdagangan luar negeri Iran menyusut hampir 35 persen akibat sanksi AS dan blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Kondisi tersebut menunjukkan dampak langsung tekanan ekonomi terhadap aktivitas perdagangan negara tersebut.
Di tengah situasi itu, pemerintah Iran berupaya mempertahankan aktivitas ekonomi melalui produksi domestik, pengelolaan impor, serta diversifikasi hubungan perdagangan. Sementara itu, Amerika Serikat terus memperluas tekanan terhadap jaringan keuangan dan sumber pendapatan Iran sebagai bagian dari strategi menekan Teheran.
Next News

Aksi Cepat Kapal Tanker Pertamina Evakuasi 16 Korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
in 2 hours

Kebakaran Lahan Bekas Penampungan Sampah TPA Randukuning Batang Dipadamkan Berjam-jam
in 2 hours

Terkuak! Pembunuh Wanita di Hotel Melati Tanah Abang Ditangkap Usai Gunakan Identitas Palsu
in an hour

Kaki Seribu Matang Ditemukan dalam Menu Makan Bergizi Gratis di Pasangkayu, Operasi SPPG Lariang Dihentikan Sementara
a day ago

Dihantam Ombak 2,5 Meter di Muara Pelabuhan Pekalongan, Perahu Jukung Pecah Menewaskan Satu Nelayan
a day ago

Bawa 243 Orang, Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa
a day ago

Asap Karhutla Kepung Bromo Hills, Pengunjung dan Pegawai Berlarian Keluar
a day ago

Benda Bercahaya Melintas di Langit Gorontalo, Diduga Meteor Jatuh di Pegunungan
2 days ago

Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo Dibakar Empat Orang Tak Dikenal
2 days ago

Kepulauan Seribu Diguncang Gempa M 5,9 Sabtu Pagi, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
2 days ago





