Minggu, 26 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Ancaman El Nino 'Godzilla' hingga 2028: Siap-Siap Lonjakan Harga Pangan Global dan Kekeringan

Admin WGM - Tuesday, 14 July 2026 | 11:00 AM

Background
Ancaman El Nino 'Godzilla' hingga 2028: Siap-Siap Lonjakan Harga Pangan Global dan Kekeringan
Dinamika Atmosfer Dasarian (BMKG /)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis analisis dinamika atmosfer terbaru untuk dasarian pertama bulan Juli 2026 yang menunjukkan pergeseran pola cuaca ekstrem yang signifikan. Kondisi kering ini diperparah oleh ancaman fenomena iklim El Nino berkekuatan besar yang diprediksi dapat memicu lonjakan harga pangan global secara beruntun hingga tahun 2028 mendatang.

Ancaman kenaikan harga pangan yang membayangi sektor pertanian global tersebut memaksa pemerintah untuk segera memperkuat rantai pasok dalam negeri. Guncangan inflasi pangan akibat penurunan produktivitas lahan pertanian ini dinilai sangat berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional secara jangka panjang.

Tidak hanya mengancam ketahanan pangan, kekeringan ekstrem akibat El Nino ini juga mulai memengaruhi stabilitas produksi energi ramah lingkungan di dalam negeri. Penurunan curah hujan secara drastis menyebabkan debit air di sejumlah bendungan utama penyokong energi mulai menyusut dengan sangat cepat.

Menyikapi penurunan debit air tersebut, PT PLN (Persero) bersama produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) segera mengambil langkah antisipasi secara masif. Sinergi mitigasi operasional disiapkan guna meminimalkan dampak buruk dari kekeringan ekstrem terhadap kinerja operasional pembangkit listrik bertenaga air.

Fokus utama mitigasi tersebut diarahkan pada pengelolaan cadangan air di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH). Penyesuaian pola operasi pembangkit harian harus dilakukan secara ketat agar pasokan listrik untuk sistem transmisi nasional tetap terjaga secara optimal.

Melalui langkah mitigasi energi dan pangan yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat meminimalkan dampak buruk dari krisis iklim ini terhadap masyarakat luas. Pengawasan ketat terhadap sisa cadangan air di bendungan serta kesiapan energi alternatif terus ditingkatkan demi mengantisipasi puncak musim kemarau yang masih akan berlangsung lama.