Warisan Nenek Moyang! Ternyata Ini Alasan Medis Air Tajin Bagus Banget buat Buka Puasa
Admin WGM - Monday, 23 February 2026 | 06:30 PM


Kebiasaan masyarakat zaman dahulu dalam memilih menu berbuka puasa sering kali terlihat sangat sederhana namun menyimpan kearifan lokal yang mendalam. Orang tua kita dahulu kerap menyiapkan air tajin atau semangkuk bubur sumsum yang lembut sebagai hidangan pertama saat azan Magrib berkumandang. Tradisi ini seolah menjadi protokol wajib sebelum menyantap hidangan berat lainnya. Meskipun kini tren kuliner kekinian mulai menggeser keberadaan menu tradisional tersebut, penjelasan medis modern justru mengungkap fakta menarik mengenai efektivitas hidangan jadul ini dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan manusia setelah seharian beristirahat total.
Pemilihan air tajin dan bubur sumsum bukanlah sebuah kebetulan tanpa dasar yang jelas. Tubuh manusia memerlukan transisi yang sangat lembut ketika beralih dari kondisi perut kosong selama belasan jam menuju proses pencernaan aktif. Lambung yang sensitif akibat peningkatan asam selama berpuasa memerlukan perlindungan agar tidak mengalami syok mendadak saat menerima asupan nutrisi pertama.
Mekanisme Perlindungan Dinding Lambung secara Alami
Air tajin yang berasal dari rebusan beras kaya akan kandungan pati yang bersifat melapisi selaput lendir lambung. Tekstur cairan yang kental namun ringan ini bertindak sebagai barier alami yang mampu menetralkan tingkat keasaman di dalam perut. Lambung yang mendapatkan siraman air tajin akan merasa lebih tenang karena suhu cairan ini biasanya disajikan hangat, yang mana sangat membantu proses relaksasi otot pencernaan.
Pati dalam air tajin mengandung glukosa sederhana yang sangat mudah diserap oleh sel sel tubuh tanpa memerlukan kerja keras enzim pencernaan yang berlebihan. Hal tersebut sangat krusial karena tubuh membutuhkan pasokan energi instan guna memulihkan kesadaran dan fungsi sistem saraf pusat yang sempat menurun selama jam jam terakhir berpuasa. Penyerapan energi yang cepat namun stabil ini membantu mencegah kondisi pusing atau lemas yang sering menyerang orang saat berbuka puasa dengan makanan yang terlalu berat.
Bubur Sumsum sebagai Karbohidrat Halus yang Efektif
Hidangan bubur sumsum yang terbuat dari tepung beras dan santan encer juga memiliki peran yang serupa dengan air tajin namun dengan nilai gizi yang lebih kompleks. Tekstur bubur yang sangat halus memastikan bahwa tidak ada gesekan mekanis yang kasar pada dinding lambung yang sedang sensitif. Proses pemecahan makanan menjadi bubur saat dimasak sebenarnya sudah membantu sebagian tugas lambung dalam menghancurkan makanan secara fisik.
Penambahan gula merah atau gula aren sebagai pemanis pada bubur sumsum memberikan tambahan mineral penting seperti kalium dan zat besi. Gula merah memiliki indeks glikemik yang cenderung lebih rendah dibandingkan gula pasir putih, sehingga lonjakan gula darah di dalam tubuh tetap terkendali. Kondisi ini sangat penting untuk menghindari rasa kantuk yang luar biasa atau fenomena sugar crash yang sering terjadi jika seseorang langsung mengonsumsi takjil yang terlalu manis secara berlebihan.
Daftar Manfaat Utama Menu Tradisional bagi Pencernaan
Penerapan menu legendaris ini memberikan dampak kesehatan yang sangat nyata bagi metabolisme tubuh. Berikut adalah poin utama mengapa air tajin dan bubur sumsum tetap relevan hingga saat ini:
- Mencegah Kondisi Asam Lambung Naik (Refluks) Sifat basa ringan yang terkandung dalam karbohidrat beras cair membantu menyeimbangkan pH lambung secara perlahan. Hal ini meminimalisir risiko nyeri ulu hati yang biasanya muncul jika seseorang langsung menyantap makanan pedas atau asam saat perut masih kosong.
- Menjaga Hidrasi dan Keseimbangan Elektrolit Air tajin mengandung mineral alami yang larut selama proses perebusan beras. Cairan ini lebih efektif dalam menghidrasi sel tubuh dibandingkan air putih biasa karena adanya partikel gula dan garam alami yang membantu proses osmosis di dalam usus.
- Memulihkan Energi tanpa Beban Metabolik Struktur molekul tepung beras yang sudah dimasak lama sangat ramah bagi kinerja pankreas. Enzim amilase tidak perlu bekerja meledak ledak untuk mengubah makanan ini menjadi tenaga, sehingga tubuh tidak merasa kaget saat proses metabolisme kembali aktif.
- Memberikan Efek Relaksasi pada Otot Saluran Cerna Kombinasi tekstur lembut dan suhu hangat dari bubur sumsum mampu meredakan kram perut yang terkadang muncul akibat udara yang terperangkap di dalam usus selama berpuasa.
Mengadopsi Kearifan Lokal di Era Modern
Masyarakat urban saat ini bisa kembali menerapkan pola makan ini sebagai bentuk edukasi kesehatan bagi keluarga. Menghadirkan kembali air tajin atau bubur sumsum di meja makan bukan berarti kita tertinggal secara zaman, melainkan menunjukkan kecerdasan dalam memilah nutrisi yang paling dibutuhkan oleh tubuh. Proses pembuatan yang mudah dan bahan baku yang sangat terjangkau menjadikan menu ini sebagai solusi sehat yang sangat ekonomis bagi semua kalangan.
Penyajian menu ini sebaiknya dilakukan dalam porsi yang moderat sebagai hidangan pembuka sebelum berlanjut ke makanan utama setelah salat Magrib. Jeda waktu yang tercipta memberikan kesempatan bagi sistem hormonal tubuh untuk menyesuaikan diri dengan hadirnya nutrisi baru. Kebiasaan bijak dari orang tua kita dahulu terbukti secara medis mampu menciptakan ritme pencernaan yang jauh lebih sehat dan berkualitas.
Warisan kuliner seperti air tajin dan bubur sumsum merupakan bukti nyata bahwa kesehatan pencernaan sudah menjadi perhatian utama masyarakat sejak lama. Penjelasan medis mengenai perlindungan lambung dan efisiensi penyerapan energi memperkuat posisi menu tradisional ini sebagai pilihan terbaik untuk berbuka puasa. Menghargai cara makan orang tua zaman dahulu adalah langkah cerdas untuk mendapatkan kebugaran yang maksimal selama bulan suci. Mari kembali ke dasar dengan memprioritaskan kenyamanan lambung melalui hidangan yang lembut dan penuh manfaat ini. Tubuh yang sehat akan mendukung kekhusyukan setiap rangkaian ibadah yang kita jalankan sepanjang malam hingga waktu sahur tiba kembali.
Next News

Mau Bikin Kombucha Sendiri? Kenalan Dulu sama SCOBY, Makhluk Unik yang Kaya Probiotik
12 hours ago

Biar Rasa Ikan Tetap Segar, Kenali Pentingnya Palate Cleanser Saat Makan Kuliner Jepang
13 hours ago

Jangan Heran, Ternyata Lidah Kita Punya "Sensor" Khusus untuk Kombinasi Rasa Asin-Manis
14 hours ago

Trik Rahasia Food Stylist: Kenapa Makanan di Iklan Terlihat Lezat (Meski Kadang Tidak Bisa Dimakan)
14 hours ago

Sering Dianggap Remeh, Ternyata Nasi Sisa Punya Kandungan Pati yang Pas buat Digoreng
15 hours ago

Ternyata Ini Alasan Ilmiah Kenapa Bagian Cokelat pada Daging Bakar Terasa Sangat Gurih
15 hours ago

Bukan Cuma Kenyang, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Bubur Ayam Bisa Jadi Obat Patah Hati
a day ago

Waspada Penipuan! Ini Cara Jitu Bedakan Telur Ayam Kampung Asli dan Palsu di Pasar
a day ago

Pecinta Pizza Wajib Tahu! Inilah Keajaiban Rasa Umami yang Bikin Tomat dan Keju Jadi Pasangan Sejati
2 days ago

Hobi Makan Durian tapi Takut Panas? Simak Penjelasan Dokter Biar Gak Salah Kaprah
2 days ago





