Warga Mengungsi Akibat Asap Beracun, Polisi Jaga Ketat Pemukiman Kosong di Sekitar TPA Jatiwaringin
Admin WGM - Thursday, 09 July 2026 | 05:00 PM


Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, telah memasuki hari kesembilan dan belum kunjung berhasil dipadamkan sepenuhnya. Menghadapi situasi pelik ini, ratusan petugas pemadam kebakaran bersama warga sekitar menggelar doa bersama dan salat Istisqa untuk meminta hujan agar titik api segera padam.
Penjabat (Pj) Bupati Tangerang memimpin langsung jalannya doa bersama tersebut demi kelancaran proses evakuasi, pemadaman, serta keselamatan seluruh personel di lapangan. Upaya spiritual ini dilakukan sebagai pelengkap dari perjuangan keras tanpa henti yang telah dikerahkan oleh tim gabungan di lokasi bencana.
Memasuki hari kesepuluh, kepulan asap putih tebal dilaporkan masih terus membubung tinggi dan menyelimuti wilayah sekitar TPA Jatiwaringin. Kondisi udara yang memburuk akibat polusi asap ini memaksa sebagian besar warga yang tinggal di sekitar area pembuangan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Situasi perumahan yang ditinggalkan oleh para pengungsi tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan sosial baru berupa tindakan kriminalitas pencurian. Merespons potensi ancaman tersebut, aparat kepolisian dari polres setempat langsung dikerahkan untuk memberikan pengamanan super ketat di area pemukiman warga terdampak.
Petugas kepolisian melakukan patroli rutin secara berkala di sepanjang kawasan rumah kosong untuk menjamin keamanan harta benda yang ditinggalkan pemiliknya. Sinergi antara pengamanan pemukiman dan fokus pemadaman titik api menjadi prioritas utama jajaran presisi Polri selama masa tanggap darurat ini berlangsung.
Tim pemadam kebakaran di lapangan terus berkejaran dengan waktu serta tiupan angin kencang yang sering kali memicu kembali kobaran api dari tumpukan sampah bawah permukaan. Kendala pasokan air dan medan yang labil menjadi tantangan terberat bagi para petugas dalam menjinakkan si jago merah yang masih bertahan.
Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan juga telah mendirikan posko darurat medis guna melayani warga maupun petugas yang mulai terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Semua pihak kini berharap hujan bisa segera turun melanda wilayah Tangerang agar krisis kabut asap beracun ini dapat segera berakhir.
Next News

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
8 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
8 hours ago

Dari Kursi Kuasa ke Ruang Pemeriksaan: Kejatuhan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Semalam
9 hours ago

Sempat Ditutupi Tersangka Kasus Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Ditangkap Polisi
11 hours ago

Kasus Korupsi Batu Bara Blackout Sumatra, Polisi Geledah 12 Lokasi Sita Ratusan Miliar Barang Bukti
11 hours ago

Ingin Ganti Kuasa Pajak? Pahami Syarat Kompetensi dan Prosedur Pencabutan Terbaru Menurut DJP
5 hours ago

Gerebek Kasus Korupsi, Polisi Dapati Ruko di Cipete Jaksel Kosong Tanpa Penghuni Saat Digeledah
6 hours ago

Usai Pemakaman Khamenei, Iran Gempur Pangkalan Militer AS hingga Sirene Bahaya Meraung di Kuwait-Bahrain
7 hours ago

Makin Panas! Polda Jateng Larang Jajaran Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi MBG
8 hours ago

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Ini Sosok Pengusaha Sukses yang Pernah Menjabat Menteri Perdagangan
9 hours ago





